Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Periode 2026-2031

Friderica Widyasari Sari. (Instagram/@fridericawidyasari)

Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Periode 2026-2031

Riza Aslam Khaeron • 11 March 2026 22:42

Jakarta: Friderica Widyasari Sari resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026–2031 setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Keputusan tersebut diambil usai proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap sejumlah kandidat anggota Dewan Komisioner OJK.

Komisi XI DPR RI menetapkan Friderica Widyasari, yang akrab disapa Kiki, sebagai Ketua DK OJK bersama Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua. Keputusan ini merupakan bagian dari penetapan lima posisi strategis di tubuh OJK untuk masa jabatan 2026–2031.

“Diputuskan ada lima jabatan yang akan diisi, yaitu untuk Ketua Ibu Friderica Widyasari Dewi, kemudian untuk Wakil Ketua Bapak Hernawan Bekti Sasongko,” ujar Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Penetapan tersebut menjadi langkah awal bagi Friderica untuk memimpin lembaga pengawas sektor jasa keuangan Indonesia dalam lima tahun ke depan. Lantas siapa sebenarnya Friderica? Berikut ini profilnya.

Profil Friderica Widyasari Dewi

Friderica Widyasari Dewi lahir pada 28 November 1975. Ia dikenal luas sebagai profesional tangguh di sektor pasar modal dan jasa keuangan nasional. Perjalanan akademiknya dimulai di Universitas Gadjah Mada (UGM), di mana ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 2001.

Haus akan ilmu, Friderica kemudian bertolak ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi pascasarjana. Ia berhasil meraih gelar Master of Business Administration (MBA) di bidang Finance dari California State University, Fresno pada tahun 2004.

Selama masa studinya di Negeri Paman Sam, ia tidak hanya belajar tetapi juga aktif di dunia akademik sebagai lecturer assistant untuk kelas profesor keuangan. Sekembalinya ke tanah air, dedikasinya di dunia pendidikan berlanjut dengan mengajar mata kuliah ekonomi instrumen derivatif di STEKPI Trilogi University.

Memasuki tahun 2005, kontribusi akademis dan keterlibatannya dalam kebijakan publik semakin meluas.

Berdasarkan informasi di akun Linkedin resminya, Friderica tercatat sebagai pengajar ekonomi pasar modal dan investasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, serta mata kuliah ekonomi investasi dan manajemen risiko di Universitas Indonesia.
 
Baca Juga:
Friderica Widyasari Terpilih jadi Ketua DK OJK

Di periode yang sama, ia juga dipercaya menjadi anggota dewan penasihat pada The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, serta menjadi bagian dari Tim Komisioner Manajemen Risiko PT PLN (Persero).

Karier profesionalnya di bursa dimulai pada tahun 2005 saat ia bergabung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Memulai sebagai Task Force of Marketing Coordinator (2005–2006), kariernya melesat menjadi Head of Communication Department (2006–2008), hingga menjabat sebagai Corporate Secretary (2008–2009).

Pada tahun 2008, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Staf Khusus di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Puncak kariernya di bursa terjadi saat ia menjabat sebagai Director of Development BEI selama periode 2009–2015, posisi yang memperkuat pengaruhnya dalam pengembangan pasar modal tanah air.

Pada 2015, Friderica beralih ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), menjabat sebagai Direktur (2015–2016) sebelum akhirnya diangkat menjadi President of the Board of Directors (Direktur Utama) pada 2016–2019.

Sembari memimpin KSEI, ia menuntaskan pendidikan doktoralnya di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar Doctor of Education (EdD) di bidang Leadership and Policy Innovation pada 2019 dengan predikat cumlaude.

Sebelum memimpin OJK secara keseluruhan, Friderica sempat menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) BRI Danareksa Sekuritas pada 2020–2022.

Pengalaman operasionalnya semakin lengkap ketika ia bergabung dengan OJK pada 2022 sebagai Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Pelindungan Konsumen, sebelum akhirnya kini dipercaya mengemban tanggung jawab tertinggi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)