Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat. Dok. Tangkapan Layar
Presiden Prabowo bakal Sampaikan Taklimat Khusus soal Gejolak Global
Achmad Zulfikar Fazli • 9 March 2026 20:58
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat. Taklimat tersebut bertujuan menjelaskan kondisi global yang tengah bergejolak, serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan bangsa Indonesia.
Dalam agenda peresmian 218 jembatan secara virtual, Presiden Prabowo menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.
“Akibat perang di Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan, kita punya kekuatan yang besar tapi saya juga akan jujur saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat," kata Prabowo dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 9 Maret 2026.
Presiden menilai situasi dunia tengah berada dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Persaingan dan pertikaian antara kekuatan besar dunia berpotensi menyeret negara-negara lain ke dalam situasi yang semakin sulit.
“Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja, harus menghadapi kesulitan,” kata Presiden.
Namun, Presiden menegaskan pemerintah telah memantau perkembangan situasi secara intensif, serta mempelajari berbagai data dan indikator ekonomi secara aktual untuk memastikan langkah-langkah yang diambil tepat.
“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka setiap hari. Kita temukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu perkiraan saya. Kita akan keluar dalam keadaan krisis ini yang lebih kuat, makmur, lebih mampu berdikari,” ujar dia.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Pastikan Ketersediaan Pangan Aman di Tengah Krisis Global |
Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan dan energi. Dia bersyukur karena upaya panjang menuju swasembada pangan, mulai menunjukkan hasil yang nyata.
“Kita sangat bersyukur atas karunia yang maha kuasa yang bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada pangan, dalam keadaan harga BBM kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai, kita sudah sampai swasembada beras, tapi kita sebentar lagi mencapai kebutuhan protein kita,” kata Presiden.
Di tengah ketidakpastian global, Presiden menilai ketahanan pangan menjadi jaminan penting agar masyarakat Indonesia tetap aman meskipun banyak negara menghadapi kesulitan.
Selain itu, pemerintah terus mendorong kemandirian energi, termasuk melalui pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya domestik seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bekerja keras, menjaga persatuan, dan bersyukur atas berbagai karunia yang dimiliki Indonesia. “Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersyukur," kata Presiden.