Gunung Semeru Erupsi 11 Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1,2 Km

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak pada Minggu (15/3/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi 11 Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1,2 Km

15 March 2026 09:43

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat mengalami 11 kali erupsi pada Minggu pagi, 15 Maret 2026. Tinggi letusan tercatat hingga 1.200 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.20 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung. Selain itu, beberapa kali erupsi juga tidak terlihat, namun letusan tertinggi terjadi saat erupsi pukul pukul 05.47 WIB.

"Terjadi erupsi pukul 05.47 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, melansir Antara.


Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas guguran pada Sabtu, 7 Maret 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan dan saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung. Kemudian, erupsi ke-11 terjadi pada pukul 06.32 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl) dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara.

"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 133 detik," ungkap dia.

Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak itu, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com