Ilustrasi freepik
Kapan Rabiul Awal 1448 H? Ini Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Putri Purnama Sari • 13 August 2026 08:00
Jakarta: Rabiul awal merupakan bulan ketiga dalam penanggalan hijriah dan merupakan bulan yang penting bagi umat muslim karena terjadi peristiwa agung di dalam bulan ini.
Bulan Rabiul awal menjadi tanda dari sebuah awal dan akhir. Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal 570 Masehi menjadi pertanda sebuah awal dari penyebaran agama Islam, dan bulan di mana Nabi Muhammad dan para sahabatnya hijrah ke Madinah. Di lain sisi, wafatnya Nabi Muhammad pada tanggal yang sama, yaitu 12 Rabiul Awal 632 Masehi menjadi pertanda dari akhir masa kenabian.
Satu hari di bulan ini menjadi pusat perhatian karena terjadinya peristiwa agung. Oleh karena itu, sebagai bentuk kasih sayang kepada Nabi Muhammad SAW, dan puji syukur kepada Allah SWT, tanggal 12 Rabiul awal diperingati oleh hampir semua umat muslim di dunia.
Asal Usul Bulan Rabiul Awal
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa kata rabi’ memiliki kompeksitas yang tinggi untuk pengartiannya karena digunakan untuk penamaan musim sekaligus bulan.Rabi’ dalam konteks musim diyakini oleh sebagian masyarakat Arab sebagai musim semi dan sebagiannya lagi meyakini Rabi’ sebagai musim gugur
Sementara rabi’ dalam konteks bulan, adalah dua bulan berturut-turut setelah bulan Safar. Yaitu Rabiul Awal dan Akhir. Penamaan itu disebabkan dua bulan tersebut terjadi antara musim semi sampai musim gugur.
Agar dapat membedakan penamaan Rabi’ yang bernama musim dan Rabi’ yang bermakna bulan. Orang Arab menaruh kata Syahru untuk mengawali penyebutan bulan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.
Pendapat Ahli Tafsir terhadap Penamaan Rabiul Awal
Berdasarkan kutipan yang dijelaskan oleh MUI, terdapat beberapa pendapat dari ahli tafsir terhadap makna rabi dalam penamaan bulan. Pendafat ini bertumpu pada penafsiran surah At-Taubah [9] 36 mengenai pembagian bulan menjadi dua belas
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” At-Taubah [9]:36
Ibnu Katsir kemudian menafsirkan surah tersebut dengan merujuk kepada pendapat karya Syekh Alamuddin as-Sakhawi terkait alasan penamaan bulan-bulan Hijriyah.
Dalam karya Syekh Alamuddin yang berjudul al-Masyhur fi Asma’il Ayyam was-Syuhur dijelaskan bahwa alasan penamaan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir karena pada bulan tersebut orang Arab membangun atau mendiami bangunan khusus musim semi atau gugur. (Tafsir Ibnu Katsir Darut-Thayibah, juz 4 hlm. 146)
Pendapat dari al-Biruni meyakini bahwa penamaan dua bulan rabi’, awal dan akhir dinamai demikian sebab pada bulan tersebut tumbuh bunga-bunga, terus menerus berembun dan hujan. Menurutnya, di daerah tempat dia tinggal, ciri-ciri tersebut adalah ciri musim yang dinamai kharif (musim gugur). Sedangkan orang Arab, dengan ciri-ciri tersebut menamai musim itu dengan rabi’ (musim semi). (al-Biruni, al-Atsar al-Baqiyah ‘anil Qurun al-Khaliyah, hlm. 69)
Baca Juga :
MUI Jelaskan Soal Fatwa Haram Lomba 17 Agustus
Rabiul Awal jatuh Pada Tanggal Berapa?
Bulan Rabiul Awal yang menjadi sebuah pertanda dari awal dan akhir bisa dimaknai sebagai pertanda untuk memulai perubahan dalam hidup. Bulan yang sesuai untuk menciptakan awalan baru.Bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sedangkan kelahiran Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026. Berikut rincian jadwal bulan Rabiul Awal
- 1 Rabiul Awal 1448 H: Jumat, 14 Agustus 2026
- 12 Rabiul Awal 1448 H (Kelahiran Nabi Muhammad SAW): Selasa, 25 Agustus 2026
- 13–15 Rabiul Awal 1448 H (Puasa Ayyamul Bidh): 26–28 Agustus 2026
- 30 Rabiul Awal 1448 H : 12 September 2026
(Yaumil Tianri Rahmi)