Arsip foto - Bayi gajah di CRU Peusangan, Aceh. ANTARA/HO-Dok BKSDA
BKSDA Aceh Perkuat Deteksi Dini Virus EEHV Buntut Kematian Gajah Yuna
Silvana Febiari • 13 August 2026 18:24
Banda Aceh: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memperkuat deteksi dini serangan elephant endotheliotropic gerpesvirus (EEHV), virus mematikan rentan menyerang anak gajah.
Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan penguatan deteksi dini tersebut menyusul kematian anak gajah bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Aceh Besar.
"Kami memperkuat deteksi dini serangan EEHV terhadap anak gajah. Deteksi dini ini sebagai upaya pencegahan karena virus tersebut rentan menyerang anak gajah seperti dialami Yuna," kata Ujang, dilansir dari Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.
Baca Juga :
Gajah Yuna Diduga Mati Akibat Virus EEHV di Aceh
Sebelumnya, Yuna, gajah anakan betina berusia di bawah tiga tahun dari induk gajah bernama Suci menghembuskan nafas terakhir pada Selasa malam, 11 Agustus 2026.
Berdasarkan diagnosa awal medis, kematian Yuna diduga kuat akibat serangan EEHV, jenis virus mematikan yang rentan menyerang anak gajah. Kondisi kesehatan Yuna memburuk dalam waktu cepat.
EEHV merupakan virus herpes khusus menginfeksi gajah, terutama anak gajah berumur di bawah 14 tahun. Virus ini merusak lapisan dalam pembuluh darah.
Kondisi tersebut menyebabkan darah dan cairan tubuh bocor ke organ dalam. Kemudian, memicu syok fatal dan kematian mendadak dalam waktu hingga 48 jam, dengan tingkat kematian mencapai 80 persen.
"Penularan EEHV dapat terjadi melalui sekresi belalai, air liur, maupun feses. Kasus serupa pernah menginfeksi anak gajah Intan, berusia empat tahun tiga bulan di CRU Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, pada 2021," jelasnya.
Ujang menambahkan Yuna terpantau aktif beraktivitas seperti biasa pada Selasa pagi. Kondisi tidak biasa terlihat pada sore hari sekira pukul 16.00 WIB.
"Saat itu, mahout (pawang gajah) mendapati Yuna dalam keadaan lemas, mata bengkak dan merah, wajah membengkak, serta lidah pucat membiru," ucap Ujang.
Tim dokter hewan BKSDA Aceh dibantu mahout memberikan tindakan medis darurat berupa pemberian cairan infus dan multivitamin. Namun, kondisi kesehatan Yuna terus menurun secara drastis hingga terjatuh lemas dan nyawanya tidak tertolong pada pukul 20.48 WIB.
"Tim medis kemudian langsung melakukan prosedur nekropsi hingga proses penguburan selesai pada Rabu (12 Agustus) sekira pukul 00.30 WIB," beber Ujang.
%20ANTARA_HO-Kemenhut.jpeg)
Tim dokter BKSDA Aceh merawat anak gajah Yuna di PLG Saree, Aceh, Selasa, 11 Agustus 2026. ANTARA/HO-Kemenhut
Sebelum kejadian, kesehatan Yuna berada dalam pemantauan rutin harian dan evaluasi berkala per tiga bulan. Hasil pemeriksaan medis terakhir pada Juni 2026 menunjukkan Yuna dalam keadaan sehat dengan nilai Body Condition Index Score (BCIS) 5,5. Sedangkan skala ideal gajah jinak berkisar lima hingga tujuh.
Begitu juga dengan gajah-gajah binaan BKSDA Aceh lainnya, baik di PLG Saree, CRU Peusangan, maupun CRU Trumon, selalu mendapatkan pemeriksaan rutin harian dan pengecekan berkala.
"Sebagai langkah antisipasi cepat, BKSDA Aceh memperketat pemantauan dan deteksi dini terhadap gajah-gajah anakan lainnya. Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain guna mengantisipasi serta meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut," tutur Ujang.