Kapal Tanker ADNOC Diserang di Selat Hormuz, Insiden Kedua dalam 2 Hari

UAE mengonfirmasi kapal tanker minyak ADNOC diserang di Selat Hormuz. (Yeni Safak)

Kapal Tanker ADNOC Diserang di Selat Hormuz, Insiden Kedua dalam 2 Hari

Willy Haryono • 15 August 2026 14:49

Abu Dhabi: Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker minyak mentah yang dioperasikan perusahaan minyak nasionalnya, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), diserang saat melintas di Selat Hormuz pada Jumat kemarin.

Dikutip dari Yeni Safak, Rabu, 15 Agustus 2026, serangan tersebut merupakan insiden kedua yang melibatkan kapal milik atau dioperasikan ADNOC dalam dua hari berturut-turut, sehingga kembali meningkatkan perhatian terhadap keamanan pelayaran di jalur strategis perdagangan energi tersebut.

Kantor berita resmi UAE, WAM, melaporkan tidak ada anggota awak yang terluka dalam insiden tersebut. Awak kapal juga disebut berhasil mengendalikan situasi setelah serangan terjadi.

ADNOC menegaskan keselamatan para pelaut dan kebebasan navigasi di perairan internasional harus menjadi prioritas.

Perusahaan tersebut juga meminta masyarakat mengandalkan informasi yang telah diverifikasi dari sumber resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Insiden Kedua dalam Dua Hari

Serangan pada Jumat terjadi sehari setelah dua kapal tanker ADNOC dilaporkan menjadi sasaran saat melintasi Selat Hormuz di hari Kamis. Dalam insiden sebelumnya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun awak kapal yang terluka.

Rangkaian serangan tersebut memperbesar kekhawatiran mengenai keselamatan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global sebelumnya melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.

Gangguan terhadap pelayaran di kawasan itu berpotensi berdampak terhadap pasokan energi, harga minyak dunia, serta biaya asuransi dan operasional kapal.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal ADNOC tersebut.

Pemerintah Iran juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan serangan tersebut.

Serangkaian insiden terhadap kapal komersial terjadi ketika Selat Hormuz menjadi titik penting dalam ketegangan antara Teheran dan Washington. Iran sebelumnya menegaskan posisi strategisnya atas jalur tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump mengklaim Amerika Serikat memiliki kendali atas Selat Hormuz.

Situasi tersebut membuat keamanan pelayaran di kawasan Teluk menjadi perhatian internasional. Setiap gangguan berkepanjangan terhadap lalu lintas kapal berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar energi global. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Trump dengan Tweet

(Willy Haryono)