Sejarah dan Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia

Giuseppe Garibaldi. (marina.difesa.it)

Sejarah dan Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia

Riza Aslam Khaeron • 13 February 2026 19:34

Jakarta: Tentara Nasional Indonesia (TNI) dipastikan akan menerima kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada 5 Oktober 2026. Kapal tersebut akan diberikan secara hibah oleh Pemerintah Italia.

Informasi ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Rico saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Giuseppe Garibaldi adalah kapal induk pertama Italia dengan dek penuh (through-deck aviation ship) yang dirancang khusus untuk mengoperasikan pesawat bersayap tetap.

Kapal ini merupakan kapal keempat dalam sejarah Angkatan Laut Italia yang menyandang nama Giuseppe Garibaldi, seorang tokoh militer abad ke-19 yang berjasa dalam proses penyatuan Italia.

Jika hibah ini terealisasi, maka Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia dan menandai babak baru dalam proyeksi kekuatan laut TNI AL. Berikut sejarah spesifikasi lengkap kapal induk pertama milik ibu pertiwi.
 

Sejarah Giuseppe Garibaldi


Giuseppe Garibaldi. (marina.difesa.it)

Giuseppe Garibaldi dibangun oleh galangan Fincantieri (dulu Italcantieri) di Monfalcone, Teluk Trieste.

Kapal ini mulai dikerjakan pada 26 Maret 1981, diluncurkan pada 11 Juni 1983, dan resmi masuk dalam dinas Angkatan Laut Italia pada 30 September 1985

Sebagai kapal induk ringan pertama Italia yang dirancang dengan dek penuh, Giuseppe Garibaldi ditujukan untuk mendukung operasi udara dan laut sekaligus berfungsi sebagai pusat komando.

Dengan perpaduan tonase sedang, sistem senjata yang mumpuni, serta kemampuan mengangkut pesawat tempur STOVL AV-8B Plus Harrier II dan helikopter multirole seperti EH101, SH90A, dan AB212, kapal ini menunjukkan fleksibilitas tinggi dalam berbagai misi militer.

Giuseppe Garibaldi telah mencatat sejumlah keterlibatan penting dalam operasi internasional. Pada 1994 hingga awal 1995, kapal ini mendukung pendaratan amfibi pasukan Italia dalam Operasi Restore Hope dan mendukung misi PBB di Somalia.

Pada 1999, kapal ini dikerahkan di Laut Adriatik untuk mendukung operasi DINAK selama konflik di Yugoslavia. Pada akhir 2001 hingga awal 2002, Giuseppe Garibaldi berperan sebagai markas komando dalam Operasi Enduring Freedom, berlayar sejauh 20.000 mil tanpa henti selama 87 hari dalam misi pengendalian laut dan dukungan udara ke Afghanistan.

Pada 2006, kapal ini menjadi kapal komando dalam Operasi Mimosa dan Leonte di Lebanon, mendukung pengamanan konvoi dagang dan pendaratan pasukan khusus di selatan Lebanon.

Pada 2011, Giuseppe Garibaldi kembali aktif dalam krisis Libya melalui Operasi Odyssey Dawn dan Unified Protector, menjalankan pengawasan atas embargo senjata dan zona larangan terbang sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB.

Terakhir, dari 2015 hingga 2017, Giuseppe Garibaldi menjadi kapal utama (flagship) dalam Operasi EUNAVFOR MED Sophia yang bertugas menghentikan jaringan penyelundupan manusia dan mencegah tragedi kemanusiaan di laut Mediterania.

Dalam kapasitasnya sebagai kapal induk ringan yang juga berfungsi sebagai kapal pendarat helikopter (Landing Helicopter Assault), kapal ini menjadi elemen penting dalam proyeksi kekuatan Italia di kawasan Mediterania dan sekitarnya.
 

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Melansir laman resmi angkatan laut Italia, berikut spesifikasi lengkap kapal induk Giuseppe Garibaldi:
 
Spesifikasi Utama Detail
Tipe Kapal Kapal induk ringan / aircraft carrier
Nama & Nomor Lambung Giuseppe Garibaldi (551)
Galangan & Lokasi Cantieri Navali, Monfalcone
Tanggal Peluncuran 20 Februari 1978
Tanggal Masuk Dinas 4 Juni 1983
Bobot Penuh 13.850 ton
Panjang 180,2 meter
Lebar (galangan/penerbangan) 23,4 m / 30,4 m
Lebar Dek Terbang 173,8 meter
Draft/Sarat 6,7 meter
Mesin Utama COGAG: 4 turbin gas FIAT/GE LM-2500, 2 poros, 2 gir reduksi Tosi
Daya Maksimal 60.400 kW (±80.998 HP)
Kecepatan Maksimal 30 knot
Jangkauan 7.000 mil laut
Kapasitas Air Wing 18–20 unit pesawat (AV-8B Plus Harrier, EH101)
Persenjataan 1 peluncur Albatros (8 peluru kendali Aspide) dan 3 sistem DARDO 40/70
Jumlah Personel 825 orang
 
Baca Juga:
Tiba di Timur Tengah, Ini Sejarah dan Spesifikasi USS Abraham Lincoln

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)