Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Menag: Potensi Dana Umat hingga Ratusan Triliun Kunci Percepatan Ekonomi Syariah
Ade Hapsari Lestarini • 12 February 2026 11:19
Jakarta: Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti besarnya potensi dana keumatan yang dapat dioptimalkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian acara Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026 yang membahas strategi mendorong Indonesia menuju pusat ekonomi syariah dunia.
Nasaruddin menjelaskan, instrumen ekonomi berbasis syariah seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, hingga skema bagi hasil dinilai memiliki kapasitas penghimpunan dana yang sangat besar apabila dikelola secara produktif dan terintegrasi. Potensi tersebut bahkan diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.
“Ada 27 pundi-pundi itu, saya punya kalkulasi minimum Rp500 triliun bisa kita kumpulkan. Bahkan kalau idealnya itu seharusnya Rp1.200 triliun per tahun," ujar Nasaruddin, Kamis, 12 Februari 2026.
Optimalisasi dana umat
Ia menilai optimalisasi dana umat tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi yang mampu mendorong keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Konsep ekonomi syariah, menurut dia, menghadirkan mekanisme berbagi keuntungan dan risiko yang lebih berimbang sehingga relevan sebagai solusi terhadap persoalan ekonomi modern.
Lebih jauh, Nasaruddin menegaskan ekonomi syariah bukanlah sistem yang eksklusif bagi komunitas muslim semata. Sejumlah negara nonmuslim justru telah mengembangkan produk keuangan dan industri halal karena dipandang memiliki nilai universal serta menjawab kebutuhan pasar global.
.jpeg)
Menteri Agama Nasaruddin Umar (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Karena itu, ia mendorong kolaborasi lebih kuat antara ilmuwan, praktisi, dan pemerintah guna memastikan potensi besar tersebut dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi nyata.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar ekonomi syariah Indonesia mampu tumbuh berkelanjutan sekaligus memberikan dampak luas bagi pembangunan nasional.
(Muhammad Adyatma Damardjati)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com