Bus Transjabodetabek. Foto- Media Indonesia/Galih Pradipta
Ini Tarif dan Jam Operasional TransJabodetabek Cawang-Cikarang
Aris Setya • 11 February 2026 18:37
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengoperasikan rute baru TransJabodetabek B51 yang menghubungkan Cawang, Jakarta Timur, dengan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Rute ini diharapkan bisa mengurangi beban kemacetan dari kawasan industri Jababeka Cikarang menuju Jakarta Timur.
"Hari ini secara resmi kita sudah membuka TransJabodetabek B51 dari Cawang ke Cikarang. Ini memberikan kontribusi signifikan untuk menghubungkan pergerakan dari Cikarang sampai Jakarta Timur," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Pramono menjelaskan tarif perjalanan rute B51 mengikuti skema TransJabodetabek yang berlaku saat ini. Untuk layanan pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, penumpang dikenakan tarif Rp3.500. Khusus jam sibuk pada pukul 05.00–07.00 WIB, tarif yang diberlakukan sebesar Rp2.000.
“Untuk tiket dari jam 5 pagi sampai dengan jam 22.00 (sebesar) Rp3.500. Namun, untuk perjalanan pukul 5 sampai 7 pagi akan dikenakan Rp2.000 seperti trayek yang ada di Bogor,” ungkap Pramono.
Baca Juga:
Pramono Buka Rute TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang |

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Metrotvnews.com/Aris Setya
Pada tahap awal, sebanyak 14 bus low entry disiapkan untuk melayani rute ini. Panjang lintasan sekitar 89 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 105-108 menit, tergantung arah perjalanan.
Jarak kedatangan antarbus (headway) ditetapkan selama 10 menit pada jam sibuk (peak hour), dan 20 menit di luar jam sibuk (non-peak hour). Potensi pengguna layanan ini diperkirakan mencapai 1.700 lebih penumpang per hari.
Secara keseluruhan terdapat 11 titik pemberhentian di sepanjang rute. Tiga titik pemberhentian berada di wilayah Jakarta, yakni Cawang Sentral Polypaint, Cawang Sentral, dan Pool Taksi Cawang. Sisanya berada di luar Jakarta, termasuk kawasan Hollywood Junction, Kedasih, Kasuari, Living Plaza Cikarang, Boulevard Arcade, Jalan Industri Raya 1, Jalan Industri Raya 2, dan Cafe Walk 7.
Pemprov DKI bersama TransJakarta juga menyiapkan rute TransJabodetabek lainnya, termasuk koridor Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, yang ditargetkan beroperasi sebelum periode Lebaran 2026.