Iran Luncurkan Gelombang ke-57 Serangan Balasan ke Israel dan Pangkalan AS

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) lancarkan serangan gelombang ke-57 ke Israel dan pangkalan Amerika Serikat. Foto: Anadolu

Iran Luncurkan Gelombang ke-57 Serangan Balasan ke Israel dan Pangkalan AS

Muhammad Reyhansyah • 17 March 2026 11:38

Teheran: Iran mengklaim telah melancarkan gelombang ke-57 serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari Operasi True Promise 4 yang menargetkan sasaran strategis di kawasan.

Dilansir dari PressTV, Selasa, 17 Maret 2026, Markas Pusat Khatam al-Anbiya merilis pernyataan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari respons berkelanjutan Iran atas serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

IRGC menyatakan bahwa serangan di wilayah pendudukan difokuskan pada infrastruktur komunikasi komando dan kendali serta sistem pertahanan rudal. Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal presisi tinggi yang diklaim berhasil mengenai sasaran dengan akurasi tinggi.

Beberapa sistem rudal yang digunakan dalam operasi tersebut antara lain Kheibar Shekan, Emad, dan Qadr. Menurut IRGC, serangan ini ditujukan untuk melemahkan jaringan yang mendukung operasi militer pihak lawan.

Pada waktu yang sama, IRGC juga melaporkan serangan terhadap Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang disebut sebagai pusat operasi militer Amerika Serikat di kawasan.

Serangan tersebut dilakukan dengan kombinasi rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat Zolfaghar, rudal berbahan bakar cair Qiam, serta drone bermuatan bahan peledak.

IRGC menyebut pangkalan tersebut selama ini digunakan untuk mengoordinasikan serangan terhadap Iran dan sekutunya selama konflik berlangsung.

Operasi Tambahan di Bahrain dan UEA

Dalam operasi terpisah beberapa jam sebelumnya, angkatan laut IRGC melancarkan serangan gabungan rudal dan drone yang menargetkan hanggar pesawat tempur Amerika Serikat di dua fasilitas militer utama.

Serangan tersebut dilaporkan menghantam Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain serta Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab menggunakan rudal jelajah berdaya ledak tinggi.

IRGC mengklaim sejumlah hanggar berhasil dihancurkan dalam serangan tersebut. Pangkalan Al Dhafra disebut memiliki peran penting sebagai titik awal operasi militer terhadap wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir.

Menurut IRGC, kapasitas operasional pangkalan tersebut kini telah mengalami penurunan signifikan. Pihak angkatan laut IRGC juga menegaskan bahwa serangan akan terus berlanjut hingga seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan dikosongkan.

“Serangan ini akan terus berlanjut hingga seluruh pangkalan militer Amerika Serikat dikosongkan dan dihancurkan,” demikian pernyataan IRGC.

“Kami menyerukan kepada masyarakat Muslim di kawasan untuk menjauhi lokasi-lokasi tersebut,” tegas pihak IRGC.

Gelombang serangan ke-57 ini disebut sebagai bagian terbaru dari respons Iran terhadap konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Iran menyatakan bahwa operasi militernya merupakan bentuk pembelaan diri yang sah berdasarkan hukum internasional, dengan target terbatas pada aset militer Amerika Serikat dan Israel.

IRGC sebelumnya melaporkan telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone ke berbagai target Amerika Serikat dan Israel sejak konflik dimulai.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)