BPH Migas: Ketersediaan Energi Aman hingga Puncak Arus Mudik

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

BPH Migas: Ketersediaan Energi Aman hingga Puncak Arus Mudik

Eko Nordiansyah • 21 March 2026 13:32

Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), selaku Koordinator Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah menyampaikan ketersediaan energi saat puncak mudik dapat terlewati dengan aman.

Anggota Komite BPH Migas, yang juga Ketua Tim Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati mengatakan pihaknya terus bersinergi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan energi sampai akhir periode posko Lebaran 2026.

"Upaya ini dilakukan agar distribusi energi bagi masyarakat tetap lancar," katanya dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.

Pada kesempatan itu, Erika mengapresiasi seluruh stakeholder yang telah menjaga pasokan energi sejak awal periode posko hingga puncak arus mudik pada Rabu (18/3/2026) atau H-3 Lebaran 2026.

"Kami ucapkan terima kasih untuk puncak arus mudik pertama (18 Maret 2026) dapat kita lalui dengan lancar," ucapnya.

Erika menambahkan laporan harian dari setiap subsektor terus disampaikan kepada Menteri ESDM guna memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat.

"Masing-masing stakeholder sudah melaporkan, baik dari sektor BBM, gas bumi, kelistrikan, dan kebencanaan geologi. Mudah-mudahan semuanya tetap aman dan andal. Sekali lagi, terima kasih atas kerja samanya, tentu kita siap menghadapi puncak arus mudik kedua dan arus balik nanti," imbuhnya.



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Antisipasi kebutuhan BBM di Aceh dan Sumatra

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengingatkan pentingnya antisipasi di wilayah Aceh dan Sumatera bagian utara (Sumbagut) yang masih dalam pemulihan pascabencana, terutama terkait potensi lonjakan kebutuhan BBM.

"Di wilayah Sumbagut, diperlukan antisipasi terhadap kebutuhan BBM karena pemudik yang datang tidak hanya dari Sumatera, tapi juga dari Jawa. Saya juga memahami rasa traumatik dari masyarakat yang sempat terjadi panic buying. Untuk itu, skema reguler, alternative, dan emergency (RAE) harus terus dioptimalkan," ujarnya.

Sementara, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief menilai proses penyediaan dan distribusi BBM telah berjalan optimal, mulai dari keandalan kilang hingga pendistribusian ke masyarakat.

"Kesiapsiagaan merupakan kunci untuk menjamin distribusi energi, termasuk distribusi BBM agar tetap lancar dan aman," ucapnya.

Selain BBM, penyaluran gas bumi melalui pipa juga dalam kondisi cukup dan stabil. Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono mengimbau badan usaha menjaga penyaluran gas bumi melalui pipa berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat menikmati Lebaran dengan nyaman.

"Mohon terus dijaga keandalan pasokan dan penyalurannya kepada masyarakat pada momen ibadah di RAFI tahun ini," tuturnya.

Sedangkan, di subsektor BBM, PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman dengan pasokan yang terus diperbarui setiap hari dari berbagai sumber, mulai dari kilang hingga terminal BBM.

Ketahanan stok BBM-LPG

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengungkapkan selama periode RAFI ketahanan stok BBM dan LPG berada pada level yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di samping itu, penyaluran gas bumi melalui pipa dan jaringan gas rumah tangga berjalan normal tanpa gangguan. Infrastruktur gas bumi juga dipastikan dalam kondisi aman dan andal selama periode hari raya.

Untuk ketenagalistrikan, Executive Vice President Operasi Sistem Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) Jarot Setyawan memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman selama periode siaga.

Beban puncak saat Lebaran diperkirakan turun 30 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara, cadangan pembangkit seluruh sistem di Indonesia dalam kondisi aman dan cukup.

Dari sisi kebencanaan geologi, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyampaikan pemantauan terus dilakukan secara intensif, khususnya pada gunung api yang mengalami peningkatan aktivitas seperti Semeru, Marapi, dan Ili Lewolotok, serta potensi terjadinya longsor di sejumlah wilayah di Jawa.

Kegiatan konferensi posko RAFI ini turut dihadiri Plh Direktur BBM BPH Migas Nuryanti Wijayanti dan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono.

Hadir juga secara daring perwakilan kementerian/lembaga dan badan usaha terkait, seperti Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut, dan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), BMKG, Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Jasa Marga, Pertamina, AKR, ExxonMobil, Shell, dan Pertagas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)