Iran Siagakan Rudal Usai Israel Ancam Targetkan Wilayah Lebanon

Iran siapkan rudal untuk hadapi Israel. Foto: Anadolu

Iran Siagakan Rudal Usai Israel Ancam Targetkan Wilayah Lebanon

Muhammad Reyhansyah • 5 June 2026 17:18

Teheran: Penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa rudal-rudal Iran telah siap diluncurkan menyusul ancaman Israel untuk menargetkan wilayah pinggiran selatan Beirut, Lebanon.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran (IRIB) pada Kamis, 4 Juni 2026, Rezaei menuduh Israel berupaya menekan Lebanon guna memengaruhi proses negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran.

Ia memperingatkan Israel agar menghentikan operasinya di Lebanon dan menegaskan bahwa negara tersebut akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kesepakatan yang dicapai di kawasan.

Rezaei juga menegaskan komitmen Iran untuk terus mendukung sekutu-sekutunya, khususnya Hizbullah, yang menurutnya telah mengorbankan banyak nyawa selama perang terakhir.

“Negara yang tidak mendukung sekutunya akan kehilangan kredibilitas,” ujar Rezaei, dikutip dari Anadolu, Jumat 5 Mei 2026.

Ia turut memperingatkan bahwa setiap konfrontasi baru akan membuat wilayah Israel utara menghadapi situasi yang jauh lebih sulit dibandingkan perang yang berlangsung selama 40 hari sebelumnya.

Mengenai Selat Hormuz, Rezaei menyebut jalur pelayaran strategis tersebut sebagai salah satu instrumen penangkal yang kuat bagi Iran.

“Selat Hormuz terbuka untuk perdagangan, bukan untuk kehadiran militer,” katanya, seraya menuduh Amerika Serikat tetap mempertahankan tekanan maritim meskipun lalu lintas kapal komersial masih berlangsung.

Rezaei juga menyerukan pencairan sedikitnya USD24 miliar dana Iran yang dibekukan sebagai langkah membangun kepercayaan dalam proses negosiasi.

Ketegangan Regional Masih Berlanjut

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran yang menurut laporan menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Sebagai balasan, Iran menargetkan Israel dan sejumlah negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS serta menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, namun upaya mencapai kesepakatan yang lebih luas masih terus berlangsung.

Di Lebanon, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan hampir 3.500 orang sejak 2 Maret meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak pertengahan April.

Konflik kembali meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan memperluas operasi darat dan menyerukan serangan terhadap Beirut.

Namun, langkah tersebut disebut tertahan setelah percakapan yang berlangsung tegang antara Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pekan ini, kedua pihak kembali sepakat memperbarui gencatan senjata yang rapuh setelah putaran keempat perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Washington.

(Fajar Nugraha)