Fenomena Api Misterius Muncul 87 Kali di Sleman

Sejumlah benda warga Sleman terbakar akibat api yang belum diketahui sumbernya. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Fenomena Api Misterius Muncul 87 Kali di Sleman

Ahmad Mustaqim • 3 June 2026 22:31

Sleman: Fenomena kemunculan api misterius yang belum diketahui sumber pastinya telah terjadi puluhan kali di wilayah Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. Salah seorang warga menyebutkan, api tersebut bahkan sudah muncul hingga 87 kali.

"Sampai hari ini api sudah muncul 87 kali," kata Mutfiana di Seyegan, Kabupaten Sleman, Rabu, 3 Juni 2026.

Kemunculan api tanpa diketahui sumber pastinya sudah terjadi selama 12 hari berturut-turut. Api tersebut bahkan telah membakar sejumlah barang di dalam rumah warga, seperti kursi sofa, pakaian, hingga perabot rumah tangga lainnya. Selain itu, lemari, rak, sandal, hingga buku juga ikut terbakar akibat kejadian tersebut.

Dalam catatan warga, kemunculan api terjadi pada pagi hari, di antaranya pukul 07.45 WIB, 08.35 WIB, 09.05 WIB, 09.12 WIB, dan 09.50 WIB. "Tadi pagi kejadian terakhir sekitar jam 9.50 (WIB), yang terbakar rak, seperti bahan kayu atau serbuk,” ujarnya.
 


Situasi tersebut menimbulkan kecemasan warga karena kemunculan api semakin meluas di berbagai titik. Tidak hanya di dalam rumah, api juga mulai muncul di pekarangan rumah.

"Harapannya tidak sampai masuk (ke dalam) rumah. Titiknya sekarang sudah di sebelah tapi di belakang (rumah)," ungkapnya.

Akademisi UGM telah menerjunkan tim untuk meneliti peristiwa di lokasi tersebut. Setelahnya, tim peneliti Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta turut terlibat untuk membantu mencari sumber kemunculan api. 

Tim dari UPN tersebut melakukan pemetaan lapisan bawah permukaan tanah (sub-surface) guna mengetahui struktur geologi yang tersembunyi.


Fenomena kemunculan api di salah satu rumah di Kabupaten Sleman. Dokumentasi/ UGM


Koordinator tim peneliti, Ardian Novianto, mengatakan penelitian tersebut menggunakan metode geolistrik untuk membaca resistivitas batuan. Data hasil pengukuran di lapangan dianalisis untuk memetakan pola lapisan tanah serta mendeteksi kemungkinan adanya ruang penyimpanan gas.

"Melalui metode ini, kami bisa melihat bagaimana susunan lapisan di bawah permukaan, termasuk indikasi adanya struktur seperti rekahan atau jalur keluarnya gas," ucapnya. 

(Silvana Febiari)