Senator AS Kecam Perlakuan Menteri Israel Terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir yang menghina relawan Global Sumud Flotila. Foto: Middle East Eye

Senator AS Kecam Perlakuan Menteri Israel Terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Fajar Nugraha • 22 May 2026 13:34

Washington: Senator Amerika Serikat (AS) Ron Wyden melayangkan kritik keras terhadap tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dalam memperlakukan para aktivis armada kemanusiaan Gaza.

Melalui platform media sosial X, Wyden menegaskan bahwa tindakan pejabat Israel tersebut merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi.

"Perilaku ini tidak dapat diterima," tegas Wyden, seperti dikutip Anadolu, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Sebelumnya pada Rabu, Ben-Gvir yang merupakan anggota berpengaruh dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengunggah sebuah video di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan dirinya tengah mengejek para aktivis pro-Palestina yang berada dalam kondisi tangan terikat kabel dan dipaksa berlutut, setelah mereka ditangkap oleh pasukan Israel di perairan internasional.

Wyden menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Ben-Gvir tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai Yahudi. Ia mengatakan akan terus memperjuangkan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, serta mengumumkan bahwa dirinya telah mengajukan rancangan undang-undang untuk menjatuhkan sanksi bagi pemimpin pemerintahan mana pun yang memblokir bantuan untuk warga Palestina.

Di sisi lain, pihak armada kemanusiaan Global Sumud mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa seluruh 50 kapal dalam konvoi mereka telah disita oleh militer Israel.

Kementerian Luar Negeri Turki melaporkan pada Kamis malam bahwa Ankara telah berhasil mengevakuasi dengan aman 422 sukarelawan kemanusiaan dari 41 negara, termasuk 85 warga negara Turki, yang menjadi bagian dari armada tersebut.

Konvoi kapal bantuan itu diketahui bertolak sejak Kamis pekan lalu dari distrik Marmaris, Turki, sebagai upaya terbaru untuk menembus blokade ketat Israel di Gaza yang telah berlangsung sejak tahun 2007.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)