Imbas Proyek MRT, Arus Kendaraan Menuju Kota Dialihkan

Arsip Foto - Pekerja memeriksa bangunan terowongan MRT Fase 2A Stasiun MRT Thamrin dan Monas saat pembangunan di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt.

Imbas Proyek MRT, Arus Kendaraan Menuju Kota Dialihkan

Fachri Audhia Hafiez • 19 May 2026 18:03

Jakarta: PT MRT Jakarta (Perseroda) kembali melakukan pengalihan arus kendaraan yang menuju kawasan Kota, Jakarta Barat. Langkah ini diambil seiring dengan diperpanjangnya manajemen rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelanjutan proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP202 di sekitar area Stasiun Harmoni, Jakarta Pusat.

"Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mendukung pekerjaan konstruksi Stasiun Harmoni yang mencakup pekerjaan penggalian, pembangunan stasiun, kanal jalan bawah tanah (underpass), dan pintu masuk (entrance)," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
 


Pratomo menjelaskan, penyesuaian arus kendaraan terbaru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 25 Mei hingga 27 September 2026. Skema ini memperpanjang kebijakan rekayasa lalu lintas tahap sebelumnya yang sempat berjalan sejak awal Januari dan sedianya berakhir pada 24 Mei mendatang.

Dalam pengaturan berkendara di simpang Harmoni, seluruh kendaraan yang datang dari arah Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir. H. Juanda menuju Jalan Hasyim Ashari maupun arah Kota, kini dialihkan secara penuh melalui Jalan Gajah Mada. Selama rekayasa berlangsung, kendaraan pribadi disediakan dua lajur utama untuk melintas di kawasan tersebut.

Perubahan signifikan juga diterapkan pada ruas Jalan Gajah Mada selepas pertigaan Jalan Hasyim Ashari. Jalur yang sebelumnya berlaku dua arah kini diubah menjadi satu arah secara mutlak menuju kawasan Kota. Sementara itu, pihak MRT Jakarta memastikan arus lalu lintas pada ruas Jalan Hayam Wuruk yang mengarah ke Monas tetap normal dan tidak mengalami perubahan.


MRT. Foto: Media Indonesia/Susanto.

Perubahan pola lalu lintas ini merupakan bagian dari tahapan krusial konstruksi paket kontrak CP202 MRT Jakarta Fase 2A. Proyek ini meliputi pembangunan stasiun bawah tanah di tiga titik strategis, yakni Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, serta pembuatan jalur terowongan bawah tanah yang menghubungkan Harmoni hingga Mangga Besar.

Guna meminimalkan potensi kepadatan, PT MRT Jakarta bersama kontraktor pelaksana Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Fasilitas pengamanan jalan seperti marka jalan baru, lampu penerangan tambahan, dan rambu petunjuk arah juga mulai dipasang secara masif untuk menjamin kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan selama proyek infrastruktur tersebut berjalan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)