Fundamental Ekonomi Baik, Purbaya Optimistis Krisis tak Terulang

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Metro TV/Richard Alkhalik

Fundamental Ekonomi Baik, Purbaya Optimistis Krisis tak Terulang

Eko Nordiansyah • 23 May 2026 11:30

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak memiliki kekhawatiran akan terulangnya krisis ekonomi di Indonesia. Ia menyebutkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik.

Menurut dia, kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan masa krisis 1998 ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan drastis hingga berkali-kali lipat.

"Tidak (kekhawatiran). Fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari Rp2.000 melemah ke sekian, Rp17 ribu kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan (depresiasi) 4-5 persen kan sebetulnya jauh (dari 1998)," ujar Purbaya usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ia mengatakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah belakangan lebih dipengaruhi oleh persepsi pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi nasional.



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Tekanan eksternal yang bertubi-tubi


Menurut dia, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tekanan eksternal secara bertubi-tubi mulai dari penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga pemeringkat, hingga pergerakan nilai tukar.

"Kalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar. Tapi kalau dari fundamental sih enggak ada masalah. Jadi, kita akan memperbaiki cara mungkin, kita mensosialisasikan keberhasilan kita ke publik," katanya.

Menkeu juga mengatakan pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh senior yang pernah terlibat dalam penanganan krisis ekonomi sebelumnya, termasuk mantan Gubernur Bank Indonesia dan pejabat Kementerian PPN/Bappenas.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyerap pengalaman dan masukan terkait penanganan krisis ekonomi pada masa lalu. Seluruh masukan dari para senior tersebut telah dicatat dan akan dipelajari lebih lanjut sebagai bahan evaluasi dan antisipasi pemerintah ke depan.

"Sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa. Saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari," imbuh Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)