Warga Terdampak Banjir Pasuruan Belum Mengungsi

Petugas dari Tim Reaksi Cepat BPBD Pasuruan meninjau kondisi warga terdampak banjir. ANTARA/HO-BPBD Pasuruan

Warga Terdampak Banjir Pasuruan Belum Mengungsi

Silvana Febiari • 20 May 2026 17:46

Pasuruan: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim gabungan masih bersiaga untuk mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan. Evakuasi akan dilakukan apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan meskipun tinggi muka air akibat banjir luapan sungai berkisar 20 hingga 60 sentimeter, sejauh ini belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi.

"Sampai hari ini tidak ada informasi warga yang mengungsi, petugas masih bersiaga untuk evakuasi warga jika diperlukan," kata Abdul, dilansir dari Antara, Rabu, 20 Mei 2026. 
 


Banjir tersebut melanda wilayah Kabupaten Pasuruan, Selasa, 19 Mei 2026. Kondisi itu terjadi karena curah hujan yang tinggi mengakibatkan peningkatan debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Sungai Welang hingga meluap ke permukiman.

Berdasarkan data BNBP, terdapat empat kecamatan yang terdampak luapan air. Wilayah tersebut meliputi Purwosari, Bangil, Pandaan, dan Pohjentrek.


Banjir yang melanda pemukiman warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa, 19 Mei 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Pasuruan


Hasil kaji cepat sementara dari tim di lapangan mencatat sebanyak 1.867 rumah warga terdampak genangan banjir. Satu fasilitas infrastruktur berupa jembatan juga ikut terdampak.

Petugas gabungan, termasuk Tim Reaksi Cepat BPBD Pasuruan, terus memantau perkembangan debit air sungai secara berkala. Mereka juga mengawasi kondisi cuaca di hulu demi menjaga keselamatan warga setempat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)