Pakar Bagikan Cara Penanganan Campak saat Lebaran

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Pakar Bagikan Cara Penanganan Campak saat Lebaran

Muhamad Marup • 24 March 2026 14:18

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan temuan penyakit campak di Indonesia telah mencapai 10.301 kasus terkonfirmasi hingga pertengahan Maret 2026. Tercatat adanya 54 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di 37 kabupaten/kota di 13 provinsi.

Peningkatan kasus campak saat momen Lebaran menjadi tantangan tersendiri. Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, mengatakan, momen lebaran berpotensi besar menjadi fasilitator peningkatan penyebaran kasus campak pada anak atau bahkan pada orang dewasa yang belum pernah divaksinasi.

"Karena mobilitas tinggi, interaksinya juga tinggi, sering. Ini yang membuat risikonya meningkat," ujar Dicky, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 24 Maret 2026.

Dia menambahkan, peningkatan kasus bisa terjadi karena upaya mitigasi tidak dilakukan. Mitigasi tersebut di antaranya jarang mencuci tangan, selalu dalam ruang tertutup, dan sirkulasi yang buruk.

Cara Penanganan

Dicky juga mengungkapkan beberapa cara penanganan dampak saat momen Idulfitri. Bagi penderita campak atau demam, jangan memaksakan untuk berkumpul di acara keluarga sebab 4 hari sebelum terjadi ruam sudah bisa menularkan campak.

"Termasuk kalau ada yang rentan, selain dilindungi, kalau lansia didatangi pada saat lebaran ini pakai masker," jelasnya.


Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id/Istimewa.

Dicky menambahkan, cegah atau minimalisasi kontak fisik dengan anak atau lansia. Sirkulasi udara ketika berkumpul bersama keluarga menjadi faktor penting.

"Sekali lagi lindungi terutama pada ibu hamil lansia dan anak, khususnya kurang dari 5 tahun," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)