Harga Minyak Anjlok, Brent Jadi USD100/Barel

Ilustrasi, drum minyak. Foto: Freepik.

Harga Minyak Anjlok, Brent Jadi USD100/Barel

Husen Miftahudin • 24 March 2026 08:07

Houston: Harga minyak berjangka anjlok pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan terhadap infrastruktur listrik Iran. Selain itu, ia menyatakan AS dan Iran telah melakukan percakapan yang 'sangat baik dan produktif' selama dua hari terakhir.
 
Mengutip Yahoo Finance, Selasa, 24 Maret 2026, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), sebagai harga patokan pasar domestik Amerika Serikat (AS), turun sekitar sembilan persen menjadi sekitar USD89 per barel.
 
Sementara patokan global minyak mentah Brent turun hingga 11 persen menjadi sekitar USD100 per barel. Padahal pada sesi perdagangan sebelumnya, Brent mencapai USD113 per barel.
 

Baca juga: Iran Bantah Klaim Lakukan Negosiasi dengan Trump


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Harga minyak capai titik terendah

 
Harga minyak mencapai titik terendah setelah Trump mengatakan Selat Hormuz sebagai jalur penting bagi distribusi minyak global terhenti sejak perang dimulai, akan segera dibuka kembali. Tetapi hal tersebut akan terwujud jika negosiasi dengan Iran berhasil, merujuk pada pembicaraan perdamaian yang sedang berlangsung.
 
Komentar Trump meningkatkan optimisme tentang potensi penurunan ketegangan konflik AS-Israel dengan Iran, menyusul ancaman akhir pekan lalu di mana ia memperingatkan Teheran memiliki waktu 48 jam untuk sepenuhnya membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur energinya.
 
Ketegangan di Selat Hormuz, ditambah dengan serangan pekan lalu terhadap infrastruktur energi regional, telah menyebabkan harga minyak melonjak.
 
"Dalam waktu yang sangat dekat, pasar akan terus mengurangi premi risiko, dan pergerakan itu mungkin akan terlalu jauh ke bawah pada awalnya," kata Rebecca Babin, pedagang energi senior CIBC Private Wealth.
 
"Sampai ada kejelasan lebih lanjut mengenai kapan kapal dapat dengan aman melintasi Selat lagi, pasar kemungkinan besar tidak akan sepenuhnya menghilangkan risiko gangguan dari perhitungan harga," tambah dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)