BGN: MBG Disalurkan 5 Hari Sekolah, Kecuali Daerah 3T-Stunting Tinggi

Ilustrasi makan bergizi gratis. Foto- Medcom.id

BGN: MBG Disalurkan 5 Hari Sekolah, Kecuali Daerah 3T-Stunting Tinggi

Achmad Zulfikar Fazli • 29 March 2026 16:10

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah disalurkan selama lima hari sekolah dalam sepekan, kecuali di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

"Pemberian MBG untuk daerah 3T dan risiko stunting tinggi dilakukan selama enam hari sekolah atau Senin sampai Sabtu. Ini merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari," ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 29 Maret 2026.

BGN menekankan pentingnya pendataan yang cermat untuk menentukan daerah-daerah yang berhak menerima MBG. Data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menjadi acuan dalam menetapkan wilayah prioritas intervensi gizi, khususnya di wilayah timur Indonesia.

"Tim kami akan bekerja sama dengan dinas pendidikan dan kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran," kata Dadan.

Baca Juga: 

Kepala BGN Ungkap Perintah Presiden: Tingkatkan Standar SPPG



Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kiri) berdialog dengan siswa dalam peninjauan ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8 1 2026). ANTARA Pradanna Putra Tampi

Pendataan ini mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting masing-masing wilayah. Provinsi di wilayah timur, Sumatra, dan Papua menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting yang masih tinggi.

"Integritas data sangat penting karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi," tutur dia.

Melalui kebijakan ini, BGN berharap seluruh anak sekolah, utamanya yang berada di daerah 3T dan rawan stunting tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup dan mendukung pertumbuhan optimal, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)