Cegah Eskalasi Besar, AS-Iran Bahas Rencana Gencatan Senjata 45 Hari

Asap dari serangan AS dan Israel di Iran. (Anadolu Agency)

Cegah Eskalasi Besar, AS-Iran Bahas Rencana Gencatan Senjata 45 Hari

Muhammad Reyhansyah • 6 April 2026 16:35

Washington: Amerika Serikat (AS), Iran, dan sejumlah mediator regional membahas ketentuan gencatan senjata selama 45 hari yang berpotensi mengarah pada berakhirnya perang secara permanen.

Menurut laporan Axios yang dikutip TRT World, Senin, 6 April 2026, peluang tercapainya kesepakatan parsial dalam 48 jam ke depan masih kecil. Meski demikian, upaya tersebut masih menjadi satu-satunya peluang untuk mencegah eskalasi besar.

Eskalasi tersebut dapat mencakup serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipil Iran serta serangan balasan terhadap fasilitas energi dan air di negara-negara Teluk.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memperpanjang batas waktu yang ia tetapkan selama 20 jam, dengan menetapkan tenggat baru pada Selasa pukul 20.00 waktu setempat.

Trump mengatakan kepada Axios bahwa Amerika Serikat sedang melakukan negosiasi intensif dan kesepakatan masih mungkin dicapai.

“Ada peluang besar, tetapi jika mereka tidak mencapai kesepakatan, saya akan menghancurkan semuanya di sana,” kata Trump.

Proposal dua tahap

Negosiasi dilaporkan dilakukan melalui mediator dari Pakistan, Mesir, dan Turki, serta melalui pesan langsung antara utusan Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Proposal yang diajukan terdiri dari dua tahap, yaitu gencatan senjata selama 45 hari yang kemudian diikuti dengan penghentian perang secara permanen.

Para mediator menilai bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz dan penyelesaian masalah uranium Iran yang diperkaya tinggi hanya dapat dicapai melalui kesepakatan akhir.

Pihak Iran menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan situasi seperti di Gaza atau Lebanon, di mana gencatan senjata hanya berlaku di atas kertas.

Sementara itu, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran tetap mengambil sikap keras dengan menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz “tidak akan pernah kembali” seperti sebelum perang.

Para mediator juga menekankan kepada pejabat Iran bahwa tidak ada waktu untuk taktik tambahan, karena 48 jam ke depan merupakan kesempatan terakhir untuk mencegah kehancuran besar.

Baca juga:  Selasa Jadi Momentum Ancaman AS Hancurkan Infrastruktur Iran, Apakah Berani?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)