Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Menag Usul Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun Demi Kesetaraan Pendidikan
Fachri Audhia Hafiez • 5 April 2026 14:12
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp24,8 triliun guna menghapus ketimpangan kualitas antara pendidikan keagamaan dan sekolah umum. Langkah ini menjadi ikhtiar besar Kementerian Agama untuk memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan fasilitas pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.
"Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum," ujar Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 5 April 2026.
Baca Juga :
Kemala Run Siap Digelar di Bali
Nasaruddin merinci, alokasi terbesar dari usulan tersebut akan difokuskan pada Revitalisasi Satuan Pendidikan senilai Rp13,7 triliun dan Digitalisasi Pembelajaran sebesar Rp10,9 triliun.
Selain itu, terdapat anggaran untuk Bantuan Buku Tulis Gratis sebesar Rp159 miliar serta program Sekolah Unggul Garuda Transformasi senilai Rp22,9 miliar.
Program revitalisasi senilai Rp13,7 triliun tersebut direncanakan menyasar 7.131 lembaga pendidikan, mulai dari madrasah hingga sekolah Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Menag menegaskan bahwa kualitas sarana dan prasarana (sarpras) merupakan cerminan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda.
"Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Semuanya harus setara, karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka," tegas Nasaruddin.

Menteri Agama Nasaruddin Umar. ANTARA/HO-Kemenag.
Selain infrastruktur, Nasaruddin juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jangkauannya di madrasah dan pondok pesantren baru mencapai 10-12 persen.
Angka ini dinilai tertinggal jauh dibandingkan sekolah umum yang diproyeksikan segera mencapai 80 persen. Menurutnya, pesantren justru merupakan ekosistem yang paling siap menjalankan program ini karena pola dapur mandiri yang sudah teruji.
“Padahal, jika melihat kondisi ekonomi, anak-anak madrasah dan santri di pondok pesantren sangat membutuhkan dukungan ini. Kami berharap jangkauannya ditingkatkan,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin berharap usulan anggaran fantastis ini dapat disetujui demi mengakselerasi peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui jalur pendidikan keagamaan yang unggul, inklusif, dan modern.