Menteri Luar Negeri Sugiono di Tokyo, Jepang. Foto: Kemlu RI
Berbicara dengan Sekjen PBB, Menlu Sugiono Desak Pertemuan Darurat Dewan Keamanan
Fajar Nugraha • 31 March 2026 17:34
Tokyo: Menteri Luar Negeri Sugiono berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyusul kematian pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia di Lebanon.
Dalam pembicaraan itu, Menlu menyebutkan Indonesia mengutuk serangan keji ini.
“Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat,” ujar Menlu Sugiono, dikutip dari akun X Menlu Sugiono, Selasa 31 Maret 2026.
“Dalam konteks ini, kami menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, dan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan,” tegas Menlu Sugiono.
Tidak dapat diterima
Setelah serangan pertama yang menewaskan Praka Farizal Romadon, dua prajurit TNI lainnya turut gugur pada insiden 30 Maret 2026.Kemlu RI menegaskan bahwa serangan berulang terhadap personel Indonesia dalam waktu singkat merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.
“Terulangnya serangan keji terhadap peacekeepers Indonesia dalam waktu yang singkat merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima,” tegas Kemlu RI dalam pernyataan di akun media sosial X, Selasa, 31 Maret 2026.
“Serangan ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang terpisah, melainkan mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon selatan, di mana operasi militer Israel yang terus berlangsung telah menempatkan peacekeepers Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam risiko yang sangat serius,” sambungnya.
Serangan Israel yang berulang di Lebanon dinilai secara signifikan telah meningkatkan risiko yang dihadapi oleh pasukan penjaga perdamaian PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006).
Mengenai gugurnya total tiga prajurit TNI, Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya serta solidaritas kepada keluarga korban, sekaligus mendoakan pemulihan bagi para personel yang terluka.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com