Ilustrasi Claude. (GK Images/Alamy)
5 Temuan Penyalahgunaan Claude AI, dari Pengawasan Iran hingga Tiongkok Targetkan Uighur
Riza Aslam Khaeron • 13 September 2026 18:57
Jakarta: Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan chatbot AI populer Claude mereka yang melibatkan berbagai aktor negara hingga non-negara, termasuk Iran, Tiongkok, dan Yaman.
Temuan tersebut dimuat dalam laporan “Detecting and Countering Misuse of AI: September 2026” yang dirilis Anthropic pada 10 September 2026. Laporan itu merangkum aktivitas berbahaya yang berhasil dideteksi dan dihentikan sepanjang periode Desember 2025 hingga Agustus 2026 oleh Anthriopic,
Anthropic menyebutkan bahwa penyalahgunaan yang ditemukan mencakup operasi siber, kampanye pengaruh, pengawasan massa, penipuan, dan bahkan penyalahgunaan riset biologis. Berikut adalah 5 temuan utama penyalahgunaan Claude yang diungkap oleh Anthropic:
1. Pengawasan Domestik dan Menargetkan Kapal AS oleh Iran

Ilustrasi. (claude)
Iran dituduh menggunakan Claude untuk pengawasan domestik, penyebaran propaganda, serta mendukung aksi militer terhadap Amerika Serikat di tengah konflik yang telah berlangsung selama lebih dari 6 bulan.
Berdasarkan laporan Anthropic, unit militer dan intelijen Iran menggunakan Claude untuk mengawasi ribuan warga Iran serta mengidentifikasi akun-akun pihak oposisi dan kelompok diaspora Iran yang umumnya anti-rezim Republik Islam.
Operasi ini disebut melibatkan organisasi tujuh departemen dengan kantor cabang di berbagai provinsi Iran, yang disebut mengelola basis data identitas warga negara Iran dan telah memprofilkan 6.388 individu dalam satu tahun.
Iran juga dituduh memanfaatkan Claude untuk memproduksi propaganda sebagai yang bermotif keagamaan sekaligus strategis. Anthropic menyatakan bahwa rezim menyebarkan konten narasi yang agresif menargetkan komunitas Bahá’í, kelompok minoritas agama yang terpersekusi, serta menyusun basis data target yang memuat nama-nama pejabat internasional dan tokoh oposisi Iran.
Adapun dalam penggunaan militer, Iran diduga memakai Claude untuk menyusun buku panduan penargetan yang melacak posisi kapal, personel AS, pengenal kapal dan pesawat, citra satelit, hingga situs web yang menampilkan pergerakan Angkatan Laut AS.
Menariknya, saat konflik kedua negara di mulai pada Februari–Maret lalu, AS juga dituduh menggunakan Claude dalam operasi militernya untuk menargetkan sejumlah sasaran di Iran, di mana salah satu rudal Tomahawk AS menghantam sebuah sekolah di Minab yang menewaskan 156 orang, 120 di antaranya adalah anak-anak.
2. Claude Bantu Pengembangan Rudal di Yaman
Yaman kerap disebut sebagai medan tempur kedua dalam perang Iran yang masih bergejolak di Timur Tengah. Berdasarkan laporan Anthropic, perusahaan tersebut mengklaim telah mengidentifikasikan kelompok yang menggunakan fasilitas perangkat lunak Claude Code untuk merancang dan memproduksi senjata di wilayah Yaman Utara.Kelompok ini menjalankan tiga program pengembangan senjata: roket berpemandu, rudal balistik dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer, serta keluarga rudal R2000 yang mencakup varian wahana luncur hipersonik. Meskipun Anthropic tidak menyebutkan nama kelompok tersebut secara eksplisit, wilayah pegunungan di Yaman Utara diketahui dikuasai oleh kelompok pemberontak Syiah Zaidiyah, Houthi yang didukung Iran.
Houthi baru-baru ini merebut sejumlah wilayah strategis dari pemerintah Yaman yang diakui PBB yang berbasis di Aden, wilayah-wilayah tersebut termasuk kota pelabuhan Mokha dan Pulau Mayun. Keberhasilan ini membuat mereka secara de facto menguasai pesisir barat Yaman dan memiliki kekuasa hampir sepenuhnya untuk memblokade Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah, menyusul langkah Iran yang memblokade Selat Hormuz.
3. Operasi Tiongkok Memburu Diaspora Uighur
Anthropic juga membongkar operasi yang menyasar komunitas diaspora Uighur di luar negeri. Operasi yang diduga ditukangi oleh pemerintah Tiongkok tersebut memanfaatkan Claude untuk melacak, memprofilkan, dan merekrut warga Uighur serta kelompok bersenjata etnis Uighur di Suriah.Selain itu, pelaku operasi ini dilaporkan menggunakan Claude untuk melacak lokasi bisnis serta tempat-tempat penting milik warga Uighur di Suriah
.
Pelaku juga dilaporkan menargetkan jurnalis diaspora Uighur. Pelaku disebut melancarkan kampanye pelaporan massal terkoordinasi, delegitimasi organisasi asing, serta amplifikasi jaringan bot untuk mematikan pergerakan jurnalis diaspora Uighur, khususnya mereka yang bekerja untuk Uyghur Post.
4. Bangun Sistem Pengawasan Sekitar 25 Juta SIM di Mali
Anthropic menemukan kasus seorang pelanggan Claude, seorang konsultan independen di Bamako, yang menjadikan Claude sebagai sarana rekayasa utama untuk membangun sistem pengawasan bernama Lakana 360. Sistem ini dikembangkan khusus untuk badan intelijen Mali, Agence Nationale de la Securite d'Etat (ANSE).Lakana 360 dirancang sebagai sistem pengawasan massal dalam negeri berskala nasional yang mampu menjangkau sekitar 25 juta kartu SIM dari tiga operator seluler utama di Mali. Sistem multi-lapisan ini sanggup mengumpulkan catatan panggilan, SMS, hingga data lalu lintas suara, lalu mengolahnya secara otomatis untuk menghasilkan laporan intelijen komprehensif terkait nomor telepon tertentu.
5. Claude Diminta Bantu Buat Virus Chikungunya Lebih Mudah Tertular
Anthropic mengumumkan adanya indikasi penyalahgunaan AI yang diindikasikan untuk kepentingan pengembangan senjata biologis. Pada Mei 2026, sistem keamanan Claude berhasil memblokir permintaan bantuan dari pihak tertentu yang berniat menyusun proposal pendanaan riset gain-of-function terhadap virus Chikungunya.Riset gain-of-function tersebut bertujuan memodifikasi patogen guna meningkatkan sifat biologis tertentu. Dalam kasus ini, para peneliti yang disebut didanai hibah pemerintah berupaya meretas virus Chikungunya, virus yang ditularkan lewat nyamuk, agar dapat menular lebih cepat atau menembus sistem kekebalan tubuh manusia. Penelitian tersebut dilaporkan diperuntukkan bagi lembaga riset militer.
Anthropic tidak menyebutkan negara mana yang melakukan penelitian tersebut.