Pengamanan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. MI
Massa Protes Gus Yusuf Tak Lolos, Sidang AHWA Muktamar NU Tertunda Tujuh Jam
Media Indonesia • 30 August 2026 23:25
Jombang: Sidang pleno penentuan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tertunda lebih dari tujuh jam pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Penundaan terjadi setelah puluhan orang menggelar aksi protes terkait tidak lolosnya KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dalam bursa pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Aksi tersebut menyebabkan massa menerobos pagar besi yang mengelilingi lokasi sidang pleno. Mereka kemudian masuk ke halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pesantren Tambakberas yang menjadi salah satu lokasi rangkaian Muktamar NU.
Sebelumnya, area sidang telah dijaga ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), personel inti Pagar Nusa, serta polisi. Penjagaan diperketat untuk mengamankan jalannya persidangan.
Sidang penentuan sembilan anggota AHWA semula dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WIB. Namun, agenda tersebut tertunda lebih dari tujuh jam akibat aksi massa.
"Ini sudah molor panjang dari jadwal yang disepakati, " kata salah satu peserta sidang, di lokasi muktamar, Minggu, 30 Agustus 2026.
Baca Juga :
COPAS JUDUL LINK DISINI
Massa Tuntut Bertemu Panitia Muktamar
Puluhan orang tersebut melakukan aksi di halaman GSG selama sekitar 2,5 jam. Mereka menuntut bertemu Ketua Panitia Muktamar, Saifulah Yusuf.
Massa juga mendesak panitia membersihkan pihak-pihak yang dinilai mencederai pelaksanaan muktamar agar proses berjalan secara adil dan bermartabat.
Selain itu, mereka menduga adanya praktik politik uang serta cara-cara yang dinilai tidak terpuji dalam proses pencalonan Ketua Umum PBNU. Massa menilai hal tersebut turut menggagalkan pencalonan Gus Yusuf Chudlori.
Setelah sekitar tiga jam berada di halaman GSG, massa kemudian membubarkan diri. Aksi tersebut tidak sampai menimbulkan benturan antara massa dan petugas keamanan. Ratusan personel dari Banser, Pagar Nusa, serta Tim Keamanan Pesantren Bahrul Ulum kemudian mensterilkan area muktamar.
_%20Metro%20TV_Jose.jpeg)
Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Metro TV/Jose
Pasukan pengamanan gabungan melakukan penjagaan berlapis di sekitar lokasi sidang. Pergerakan pasukan dipimpin Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin dan Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen, dengan didampingi K.H. Abdul Rojak Shaleh atau Gus Rozaq.
Pada Minggu petang, 30 Agustus 2026, situasi di lokasi dilaporkan kembali kondusif. Peserta sidang pleno kemudian memasuki lokasi untuk melanjutkan proses pemungutan suara penentuan anggota AHWA.
Aksi tersebut dilakukan sekelompok orang yang sehari sebelumnya mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur. Kelompok tersebut dikoordinatori Muhammad Sholihin.
Sehari sebelumnya, kelompok itu juga menyampaikan pernyataan sikap terkait pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Mereka mengecam pencabutan hak hadir Greg Barton yang diduga diperintahkan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar. (Ahmad Yakub)