Inventori Properti Pengembang BUMN Capai Rp9,79 Triliun di Danantara Housing Expo

Danantara Indonesia bersama ekosistem BUMN dan pelaku industri perumahan menawarkan deretan produk hunian di Danantara Housing Expo 2026 (Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Inventori Properti Pengembang BUMN Capai Rp9,79 Triliun di Danantara Housing Expo

Andika Fauzan Azhari • 28 August 2026 10:26

Tangerang: Danantara Indonesia bersama ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pelaku industri perumahan menawarkan deretan produk hunian di Danantara Housing Expo 2026.

Khusus BUMN, sebanyak 12 pengembang membawa sekitar 16.559 unit dari sebanyak 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi bernilai total Rp9,79 triliun dalam gelaran pameran properti tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 6.611 unit merupakan hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sedangkan 9.948 unit lainnya merupakan hunian non-MBR.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan pameran ini merupakan bagian dari dukungan ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah, sekaligus merespons tingginya kebutuhan hunian masyarakat.
 


Menurut Rosan, Danantara Housing Expo 2026 sebagai wujud dukungan nyata Danantara Indonesia beserta seluruh ekosistem BUMN terhadap program tiga juta rumah yang menjadi program prioritas utama dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kami berupaya menghadirkan pasokan hunian terbaik dengan harga terjangkau, pembiayaan yang kompetitif, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat," ujar Rosan, saat pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis, 27 Agustus 2026.

Selain itu, lanjut Rosan, gelaran tersebut diarahkan untuk mempercepat penyerapan hunian, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui dampak ganda (multiplier effect) sektor perumahan.


Ekosistem perumahan terintegrasi


Rosan menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, Indonesia masih menghadapi tantangan backlog kepemilikan rumah mencapai 9,29 juta rumah tangga dan 18 juta rumah tangga yang menghuni rumah tidak layak.

"Angka-angka tersebut menunjukkan memang kebutuhan rumah ini menjadi hal yang sangat prioritas," ujar Rosan.

Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, pameran ini menghadirkan lebih dari 360 ribu unit properti dari lebih dari 130 developer BUMN dan swasta.
 
Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan ekosistem perumahan yang terintegrasi dalam satu lokasi. Masyarakat tidak hanya dapat mengeksplorasi berbagai pilihan hunian, tetapi juga memperoleh informasi mengenai pembiayaan, perlindungan asuransi, hingga inovasi konstruksi yang mendukung kualitas dan keberlanjutan hunian.

Melalui pendekatan tersebut, Danantara Indonesia bersama ekosistem BUMN berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi masyarakat dalam proses pencarian dan kepemilikan rumah. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam satu platform diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh akses terhadap hunian yang sesuai dengan kebutuhan, preferensi lokasi, dan kemampuan finansial mereka.

Pameran ini menghadirkan beragam pilihan hunian, mulai dari rumah subsidi, rumah keluarga, apartemen, hingga hunian premium. Pengunjung juga dapat melihat berbagai inovasi konstruksi dan teknologi perumahan, termasuk rumah tahan gempa, teknologi bata interlock presisi, pemanfaatan panel surya, serta solusi peningkatan kualitas hunian lainnya.

(Rosa Anggreati)