Petugas BPBD mengangkat makanan siap saji yang telah dikemas untuk didistribusikan kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Senin malam, 31 Agustus 2026. ANTARA/Moh Ridwan
Distribusi Makanan Siap Saji Jadi Prioritas Selama Tanggap Darurat di Parigi Moutong
Silvana Febiari • 31 August 2026 21:54
Parigi Moutong: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memprioritaskan distribusi makanan siap saji bagi korban banjir bandang di Desa Avolua. Bantuan ini disalurkan secara intensif selama masa tanggap darurat berlangsung.
"Selain pembersihan rumah warga dari sisa material lumpur, kami juga mendistribusikan kebutuhan makanan siap saji untuk warga terdampak," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parimo Moh Rivai, dilansir dari Antara, Senin, 31 Agustus 2026.
Berdasarkan data dapur umum Tagana/Dinas Sosial (Dinsos) setempat, kebutuhan makanan siap saji untuk warga terdampak mencapai 56 bungkus, ditambah kebutuhan konsumsi bagi para relawan. Dalam penanganan bencana tersebut, sebanyak 424 relawan terlibat dalam penanggulangan banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara.
Baca Juga :
Ia menjelaskan posko induk difungsikan sebagai pusat informasi penanggulangan bencana. Termasuk di dalamnya dapur umum, posko induk dan posko pengungsian warga terdampak.
"Dalam kurun waktu 14 hari tanggap darurat kami terus melakukan percepatan pemulihan, mulai dari pembersihan material banjir, pemenuhan air bersih hingga normalisasi sungai," ujarnya.
Tim di lapangan juga didukung 33 kendaraan operasional terdiri atas kendaraan roda empat, roda dua, mobil tanki penyuplai air bersih, dan alat berat untuk kepentingan normalisasi.

Petugas dapur umum Tagana/Dinas Sosial memasak makanan siap saji untuk warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Senin malam, 31 Agustus 2026. ANTARA/Moh Ridwan
Data sementara BPBD setempat menunjukkan banjir bandang di Avolua berdampak pada 58 rumah yang dihuni 77 kepala keluarga (KK) atau 247 jiwa. Hingga hari keenam setelah banjir, sekitar delapan KK masih bertahan di pengungsian.
"Selain distribusi makanan siap saji, kami juga mendistribusikan bantuan logistik bencana dari para pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak," demikian Rivai.