Presiden Prabowo Subianto Tiba di Jombang Hadiri Muktamar ke-35 NU

Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Presiden Prabowo Subianto Tiba di Jombang Hadiri Muktamar ke-35 NU

Fachri Audhia Hafiez • 27 August 2026 15:43

Jombang: Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kamis, 27 Agustus 2026. Kepala Negara juga dijadwalkan membuka secara resmi acara tersebut.

Dipantau dari tayangan Breaking News Metro TV, Kepala Negara disambut hangat oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bersama Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Prabowo hadir dengan didampingi Ketua MPR Ahmad Muzani beserta jajaran pejabat tinggi negara.
 


Rombongan menteri dan pejabat yang turut mendampingi Presiden antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selain itu, hadir pula Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

Kehadiran Prabowo dijadwalkan untuk memimpin langsung prosesi pembukaan ajang permusyawaratan tertinggi NU tersebut. Acara ini turut dihadiri ribuan jajaran pengurus, ulama, dan santri dari seluruh penjuru Nusantara.


Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kehadiran Presiden dalam gelaran Muktamar NU merupakan bentuk penghormatan tinggi. Khususnya terhadap peran strategis NU yang telah mengabdi lebih dari satu abad bagi bangsa Indonesia.

“NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama yang damai, serta membangun pendidikan dan kesejahteraan umat. Bapak Presiden menaruh penghormatan yang besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan negara,” kata Teddy melalui keterangan tertulis.

(Fachri Audhia Hafiez)