Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto. Foto: Istimewa
Polri hingga TNI Diyakini Punya Strategi Kolaborasi Efektif Jaga Stabilitas
M Sholahadhin Azhar • 26 August 2026 20:15
Jakarta: Polri hingga TNI dipercaya memiliki strategi kolaborasi efektif. Terutama, untuk menjaga stabilitas dan kondisi negara. agat tetap kondusif.
“Polri bersama TNI dan BIN tentunya sudah memiliki strategi kolaborasi yang efektif untuk menjaga kondisi tetap aman," kata Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens, dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.
Hal ini disampaikan Boni, merespons penyampaian aspirasi besok. Menurut Boni, Polri telah merespons secara normatif rencana aksi tersebut dengan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
"Apalagi, saya percaya betul dengan kinerja Pak Kapolri yang sudah terbukti selama ini sukses menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam beragam gejolak yang terjadi sejak 2024,” ujar Boni.
Boni menilai aparat keamanan nasional telah memiliki kesiapan dan strategi kolaborasi. Namun, kesiapan tersebut menurutnya perlu tetap disertai kewaspadaan meskipun kondisi saat ini terlihat aman dan terkendali.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto. Foto: Istimewa
Boni kemudian menggunakan kerangka analisis Black Swan Theory atau Teori Angsa Hitam. Menurutnya, teori tersebut menekankan kemungkinan munculnya peristiwa yang sulit diprediksi, tetapi dapat menimbulkan dampak besar.
“Logika keamanan harus senantiasa memperhitungkan kemungkinan ini, bahkan ketika situasi tampak sepenuhnya normal dan terkendali,” kata Boni.
Boni menilai keberhasilan aparat menjaga keamanan tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Dia juga mengajak masyarakat, media, dan pengambil kebijakan menyikapi berbagai informasi mengenai aksi tersebut secara proporsional.