Peluncuran buku bertajuk ‘Menjaga Nyiur Tetap Melambai’ di Gedung Bentara Budaya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Olly Dondokambey Tuangkan Jejak Kepemimpinan dalam Buku Bertajuk 'Menjaga Nyiur Tetap Melambai'
Duta Erlangga • 26 August 2026 22:39
Jakarta: Gubernur Sulawesi Utara periode 2016-2025 Olly Dondokambey meluncurkan buku bertajuk Menjaga Nyiur Tetap Melambai-Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016-2025 di Gedung Bentara Budaya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Anggota DPR RI Fraksi PDI-P Yasonna Laoly, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, Ketua BPK RI Isma Yatun, dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.

Gubernur Sulawesi Utara periode 2016-2025 Olly Dondokambey saat peluncuran buku bertajuk ‘Menjaga Nyiur Tetap Melambai’ di Gedung Bentara Budaya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Dalam peluncuran buku tersebut, Gubernur Sulawesi Utara periode 2016-2025 Olly Dondokambey menyampaikan apresiasi kepada pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan kegiatan peluncuran buku tersebut.
"Saya sangat berterima kasih banyak kepada CEO Kompas dan grup media Kompas yang menyelenggarakan acara ini. Saya juga kaget buku sudah ada. Tempat sudah disiapkan, saya tinggal datang duduk untuk mengisi acara ternyata. Terima kasih sekali apa yang sudah dibuat Kompas bagi saya pribadi maupun tentunya berdampak buat kader-kader muda kita sebagai eksekutif," katanya di Gedung Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Olly mengatakan buku tersebut turut mengangkat pengalamannya dalam menjalankan pemerintahan dan membangun hubungan dengan pemerintah pusat.
"Saya ucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan terhadap saya pribadi maupun selama kita melaksanakan tugas tanggung jawab sebagai gubernur. Banyak hal yang kita bisa buat ada di buku adalah tulisan di situ juga menembus birokrasi pusat. Keberhasilan daerah itu bagaimana kita bisa melakukan hal-hal yang berhubungan dengan pemerintah pusat. Tanpa dukungan pemerintah pusat semua ini tidak akan jalan," kata Gubernur Sulawesi Utara periode 2016-2025 itu.

Ketua DPR RI Puan Maharani saat peluncuran buku bertajuk ‘Menjaga Nyiur Tetap Melambai’ di Gedung Bentara Budaya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi gaya kepemimpinan Olly Dondokamney selama memimpin Sulawesi Utara. Menurutnya, Olly merupakan pemimpin yang dekat dengan jajaran dan tidak meninggalkan anak buahnya.
"Yang saya tahu dari seorang Olly Dondokambey itu adalah bagaimana beliau itu memimpin itu dalam kediamannya itu selalu turun ke bawah. Tidak pernah meninggalkan anak buahnya, itu yang saya tahu. Dan selalu bersama-sama dengan anak buahnya. Karena kepemimpinan itu akan berhasil membawa kemajuan dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang kalau kita selalu bersama-sama dengan anak buahnya," katanya saat peluncuran buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai-Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016-2025, di Bentara Budaya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Peluncuran buku bertajuk ‘Menjaga Nyiur Tetap Melambai’ di Gedung Bentara Budaya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Puan juga menilai judul buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai-Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016-2025 sesuai dengan sosok Olly Dondokambey.
"Kalau melihat judul bukunya itu ini saya enggak tahu siapa yang milih judulnya tapi saya mengapresiasi kepada Kompas Group bahwa Menjaga Nyiur Tetap Melambai ya itu cocok sebenarnya dengan Pak Olly bahwa sampai hari ini pun Pak Olly itu tetap menjaga bahwa nyiur tetap melambai dengan segala aktivitas yang beliau lakukan," ujar ketua DPR RI itu.
Puan menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan dan gotong royong.
"Satu kata yang bisa saya sampaikan kepada Pak Olly apresiasi saya adalah sebagai pemimpin, kita tidak bisa sendirian. Sebagai pemimpin kita harus selalu bersama dengan rakyat. Sebagai pemimpin kita tidak bisa bicara siapa kita tapi siapa saya. Tapi sebagai pemimpin kita harus bicara kita adalah Indonesia, kita harus selalu bergotong-royong untuk Indonesia. Dan salah satunya walaupun itu sedikit itu pernah dilakukan oleh Pak Olly di Sulawesi Utara," kata Puan.

(Dari kiri ke kanan) Gubernur Sulawesi Utara periode 2016-2025 Olly Dondokambey, Guru Besar Emeritus Hukum Tata Negara Universitas Borobudur sekaligus mantan Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Wartawan Senior Harian Kompas Josef Osdar, dan Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto, dalam diskusi buku di Gedung Bentara Budaya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Setelah peluncuran buku, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi buku. Diskusi tersebut membahas Sulawesi Utara dari berbagai perspektif, mulai dari kepemimpinan, hukum, tata kelola, hingga pengalaman jurnalistik.
Diskusi juga mengangkat pembahasan mengenai perkembangan daerah, pembangunan identitas, kemajuan, serta kerukunan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Diskusi dipandu Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto. Narasumber yang hadir yakni Wartawan Senior Harian Kompas Josef Osdar, Guru Besar Emeritus Hukum Tata Negara Universitas Borobudur sekaligus mantan Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, serta Olly Dondokambey.