Zheina Amartya atlet muda asal Jepara. Metrotvnews.com/ istimewa
Atlet Tenis Asal Jepara Ini Hidupkan Semangat Kartini Lewat Raket dan Prestasi
Rhobi Shani • 21 April 2026 16:42
Jepara: Atlet muda asal Jepara, Jawa Tengah, Zheina Amartya menapaki kariernya di dunia tenis dengan disiplin yang tidak banyak terlihat di permukaan. Lahir dan besar di Kota Pahlawan R.A. Kartini membuat Zheina terus berani bermimpi dan berkembang sebagai seorang perempuan.
Gadis kelahiran 19 Oktober 2002 ini dibesarkan di Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, dengan keseharian yang cukup padat. Selain menjadi atlet hingga kancah internasional, ia juga mengajar melalui dua program yang didirikannya bersama kakak dan rekan-rekannya, yaitu Exercide dan Jakarta Tennis School, serta membuka sesi privat bagi murid yang membutuhkan pendampingan khusus.
“Aktivitas harian saya cukup padat, hampir setiap hari mengajar dengan minimal dua sesi. Pada akhir pekan, jadwal bisa penuh hingga lima sesi, dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga 18.00 sore," ungkap Zheina di Jepara, Selasa, 21 April 2026.
Perjalanannya di dunia olahraga dimulai sejak usia dini, ketika pertama kali mengenal tenis saat taman kanak-kanak. Ia sempat berhenti, namun kembali menekuninya secara serius sejak kelas 4 SD hingga akhirnya berkembang menjadi atlet.
Sebelumnya, ia sempat aktif di cabang wushu dan juga menjajal dunia hiburan sebagai model. Ia bahkan mengikuti casting hingga menjadi presenter di TVRI saat masih duduk di bangku SD.
“Orang tua saya tidak pernah memaksa, melainkan hanya mengarahkan. Pada akhirnya, saya sendiri yang memilih tenis sebagai bidang yang ingin saya tekuni secara serius" ungkap Zhein.
Keputusan tersebut menjadi titik balik yang membawanya pada perjalanan panjang sebagai atlet. Ia mulai menekuni soft tenis sejak SMP dan dipercaya mewakili Jawa Tengah hingga tampil di PON 2024 di Aceh.
Keseriusannya di dunia tenis tidak hanya sebagai atlet. Sejak Desember 2024, ia membangun program pelatihan dengan konsep menyerupai akademi. Kegiatan ini dijalani bersamaan dengan penyelesaian studinya di Universitas Diponegoro.
Ia harus bolak-balik Jakarta–Semarang demi menyeimbangkan dua tanggung jawab besar tersebut. “Pada awalnya, saya menjalani coaching sambil menyelesaikan skripsi dengan sistem bolak-balik Jakarta dan Semarang. Walaupun capek, alhamdulillah bisa lulus tepat waktu 3,5 tahun berpredikat cumlaude," terang Zheina.

Zheina Amartya atlet muda asal Jepara. Metrotvnews.com/ istimewa
Kerja keras tersebut terbayar melalui berbagai capaian prestasi. Beberapa di antaranya menjadi penanda penting dalam kariernya, seperti Juara 1 beregu Kejuaraan Nasional Soft Tennis 2024 di Jakarta, Juara 3 beregu PON Aceh Soft Tennis 2024, Juara 2 beregu Pra PON Soft Tennis 2023 di Jakarta, Juara 1 ganda Kejuaraan Nasional Piala Rektor UNY 2022 di Yogyakarta, serta Juara 3 tunggal dan ganda Junior Penang International Championships 2016 di Malaysia.
Deretan prestasi ini tidak hanya menunjukkan konsistensi, tetapi juga kemampuannya bersaing di level nasional hingga internasional.
Sebagai perempuan asal Jepara, ia menemukan refleksi dirinya dalam sosok Raden Ajeng Kartini terkait mimpi dan perkembangan diri. Nilai-nilai tersebut menjadi pegangan dalam menjalani perannya sebagai atlet, pelatih, sekaligus individu yang terus bertumbuh.
“Kartini mengajarkan tentang keberanian untuk bermimpi, memperjuangkan hak, dan terus berkembang sebagai perempuan," ungkap Zheina.
Pada akhirnya, tujuan yang ia kejar bukan semata-mata prestasi. Ia ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama dan percaya bahwa perjalanannya bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang memberi dampak bagi orang di sekitarnya.
“Impian terbesar saya adalah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang," kata Zhein.
Ia juga berpesan khususnya kepada para perempuan untuk tidak lelah mengejar impian. Ia mengajak perempuan agar tetap percaya diri dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
“Tetaplah semangat dalam mengejar impian dan jangan mudah menyerah. Setiap proses pasti memiliki tantangan, termasuk komentar negatif dari orang lain. Namun, penting untuk tetap percaya pada diri sendiri dan fokus pada tujuan," papar Zheina.