Pemerintah hingga Industri Keroyokan Perkuat Pasar Keuangan Domestik

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pencananganan PINTAR Reksa Dana dan Pekan Reksa Dana 2026. Foto: Istimewa.

Pemerintah hingga Industri Keroyokan Perkuat Pasar Keuangan Domestik

Husen Miftahudin • 27 April 2026 22:12

Jakarta: Pemerintah, regulator, dan pelaku industri keroyokan dalam mendorong masyarakat untuk semakin memahami instrumen investasi, khususnya reksa dana, sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang dan upaya memperkuat pasar keuangan domestik.

Hal ini dilakukan dengan mencanangkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pekan Reksa Dana 2026, yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) dan para pelaku industri.

Sejalan dengan gerakan tersebut, Bibit.id sebagai aplikasi investasi digital menegaskan perannya sebagai pelopor program Systematic Investment Plan (SIP) atau Nabung Rutin. Program ini mendorong masyarakat untuk berinvestasi secara konsisten dan disiplin, tanpa harus menunggu modal besar.

Bibit telah lama mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya investasi berkala sebagai strategi membangun kekayaan secara berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang membutuhkan solusi investasi sederhana namun efektif.

"Bibit akan terus secara aktif mengkampanyekan Investasi Reksa Dana dan sudah sejak tahun 2020 memiliki fitur goal-setting dan Systematic Investment Plan (SIP) untuk membantu masyarakat Indonesia berinvestasi secara terencana dan berkala," ucap Direktur Bibit.id Hilmawan Kusumajaya, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 27 April 2026.
 
Baca juga: Pentingnya Diversifikasi Portofolio Sikapi Geopolitik Timur Tengah


(Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M)
 

Dorong metode SIP


Terkait dengan program PINTAR Reksa Dana, Hilmawan menilai metode SIP menjadi pilar yang membantu masyarakat untuk memiliki disiplin dan konsistensi dalam berinvestasi. SIP merupakan gabungan dari strategi the power of compounding dan Dollar Cost Averaging.

SIP mewajibkan investor untuk menyetorkan uang ke reksa dana dalam jumlah yang sama, terjadwal, dan dalam horizon waktu yang sudah disesuaikan dengan tujuan keuangan mereka. Misalnya, apabila investor ingin membeli hunian impian dalam waktu 10 tahun ke depan, maka strategi SIP sangat cocok untuk membantunya berinvestasi dengan disiplin, mudah, fleksibel, dan tentunya dalam portofolio yang terdiversifikasikan.

Menurut Hilmawan, untuk mencapai tujuan keuangan tertentu, disiplin dalam berinvestasi dan ketepatan dalam memilih jenis instrumen investasi merupakan kunci penting keberhasilan investor dalam mewujudkan tujuan keuangannya. Systematic Investment Plan pada dasarnya adalah menyisihkan dana secara rutin dalam jangka waktu tertentu, berkomitmen mewujudkan tujuan keuangan, dan di saat yang sama menahan godaan untuk menjual reksa dana sebelum goals tercapai.

Hilmawan menambahkan, esensi dari SIP adalah mengajak setiap investor agar bisa disiplin berinvestasi secara rutin dan terencana, bukan anjuran investasi dalam jumlah besar. Ia juga menekankan pentingnya melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko berinvestasi pada satu instrumen saja.

"SIP merupakan strategi investasi yang aman, terbukti menguntungkan, dan merupakan alternatif investasi untuk jangka panjang. Berkaca dari kisah sukses di India, tentu saja kami optimis kita bersama dapat mencapai kesuksesan yang sama di Indonesia. Terlebih, data menunjukkan bahwa per hari ini, jumlah investor pasar modal sudah lebih dari 26 juta investor," tutup Hilmawan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)