Selat Hormuz. Foto: NASA
Pentingnya Diversifikasi Portofolio Sikapi Geopolitik Timur Tengah
M Sholahadhin Azhar • 23 April 2026 19:22
Jakarta: Konflik Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, menjadi sumber shock utama ekonomi global. Hal tersebut dinilai menyadarkan investor atas pentingnya diversifikasi portofolio.
“Di tengah volatilitas yang meningkat, investor perlu memastikan alokasi aset tetap seimbang dan tidak terfokus pada satu instrumen saja," kata Direktur PT Insight Investments Management (PT IIM), Camar Remoa, dalam keterangan yang dikutip Kamis, 23 April 2026.
Menurut dia, meski terdapat indikasi de-eskalasi, kondisi tetap rapuh dan berpotensi kembali memburuk. Sehingga, arah ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan geopolitik.
"Diversifikasi menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mengoptimalkan peluang,” ujar Camar.
Dengan meningkatnya ketidakpastian global serta dinamika pasar domestik, kebutuhan akan strategi investasi yang adaptif menjadi semakin relevan. Volatilitas yang dipicu oleh faktor geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta pergerakan aliran dana asing mendorong investor untuk lebih selektif dalam mengelola portofolio.
Camar menekankan bahwa pendekatan yang disiplin dan terdiversifikasi menjadi kunci dalam menghadapi kondisi pasar saat ini. Dalam kondisi ini, Camar menjelaskan bahwa investor dengan profil risiko konservatif dapat mengedepankan strategi defensif dengan menjaga likuiditas melalui instrumen yang relatif stabil.
Investasi Reksa Dana Pasar Uang dapat dimanfaatkan sebagai pilihan untuk penempatan dana jangka pendek. Sekaligus, sebagai strategi “parkir dana” sambil menunggu momentum pasar yang lebih optimal.
“Sementara itu, Reksa Dana Pendapatan Tetap dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan potensi imbal hasil yang lebih optimal dengan tingkat risiko yang tetap terjaga," kata Camar.
Instrumen ini secara historis mampu memberikan kinerja yang relatif stabil. Termasuk dalam berbagai fase siklus pasar.
%20(1).jpg)
Selat Hormuz. Foto: NASA
Bagi investor dengan profil risiko moderat hingga agresif, peluang tetap terbuka melalui alokasi pada instrumen berbasis obligasi pemerintah maupun saham, khususnya dengan pendekatan investasi bertahap. Strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dapat membantu investor mengurangi risiko timing sekaligus mengoptimalkan potensi pertumbuhan jangka panjang.
“Ke depan, disiplin dalam pengelolaan portofolio, termasuk menjaga keseimbangan alokasi aset dan likuiditas, menjadi faktor kunci dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang. Dengan pendekatan yang terukur dan terdiversifikasi, investor dapat tetap menjaga stabilitas sekaligus memanfaatkan peluang di tengah volatilitas pasar,” jelas Camar.
Pihaknya menghadirkan produk Reksa Dana Pasar Uang Insight Money (I-Money) sebagai solusi untuk penempatan dana yang lebih fleksibel. Reksa Dana ini dirancang untuk membantu investor menjaga likuiditas sekaligus tetap memperoleh potensi imbal hasil yang relatif stabil, melalui diversifikasi pada instrumen pasar uang atau efek bersifat utang yang diterbitkan pemerintah RI dan/atau korporasi dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun.