Ilustrasi-Pelayanan Jasa Raharja. (Dok Jasa Raharja)
Hari Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Bangkit Lewat Pemberdayaan
Lukman Diah Sari • 21 April 2026 21:07
Jakarta: Hari Kartini selalu diperingati setiap 21 April. Kartini tidak cuma berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga keberanian untuk mandiri, mengambil keputusan, dan membawa perubahan bagi kehidupan yang lebih baik, bahkan mengambil peran sebagai penopang ekonomi keluarga setelah kehilangan pasangan akibat kecelakaan lalu lintas.
Di tengah realitas itu, Jasa Raharja hadir bukan hanya sebagai pemberi santunan, tetapi juga penggerak pemberdayaan perempuan. Data menunjukkan bahwa korban kecelakaan lalu lintas didominasi laki-laki usia produktif. Dampaknya tidak hanya dirasakan korban, tetapi juga keluarga yang ditinggalkan.
Dalam situasi tersebut, perempuan harus mengambil alih peran sebagai pencari nafkah. Melihat kondisi ini, negara melalui Jasa Raharja berupaya hadir lebih dari sekadar memberikan santunan. Layanan santunan yang cepat, transparan, dan terintegrasi menjadi langkah awal untuk memastikan hak ahli waris -khusunya perempuan- terpenuhi.
Salah satu upaya nyata dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pemberdayaan Ekonomi untuk Keluarga Ahli Waris Berdaya dan Terampil (JR Pelita), hingga dukungan terhadap UMKM menjadi bagian dari strategi mendorong kemandirian perempuan. Tidak hanya berupa bantuan modal, program ini juga mencakup pelatihan, pembinaan, dan pendampingan usaha agar perempuan bisa bangkit.
Selain itu, perempuan juga punya peran penting dalam membangun budaya keselamatan. Edukasi tertib berlalu lintas dapat dimulai dari lingkungan keluarga, melalui ibu, sosok pertama yang menanamkan nilai disiplin,
kehati-hatian, dan kepedulian terhadap keselamatan sejak dini.
.jpeg)
Ilustrasi-Pelayanan Jasa Raharja. (Dok Jasa Raharja)
Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan hingga saat ini.
“Menjadi wanita masa kini adalah tentang memiliki keberanian untuk berdiri tegak menentukan pilihan dan menjadi mandiri atas setiap jalan hidup yang kita pilih. Kemandirian bukan hanya soal pembuktian diri, tapi tentang percaya bahwa kita memiliki kekuatan untuk membawa perubahan. Semangat inilah yang dahulu diperjuangkan oleh Ibu Kartini,” ujar Dewi dalam rilis resmi, diterima pada Selasa, 21 April 2026.
Ia menerangkan, semangat tersebut kini tercermin dalam keseharian perempuan Indonesia yang mampu bertahan dan berkontribusi di berbagai sektor kehidupan.
“Kartini masa kini ada pada mereka yang melangkah tangguh, mandiri, dan mereka yang menggerakkan roda ekonomi, hingga mereka yang dengan penuh kasih merawat cinta dan harapan dari dalam rumah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Dewi.
Melalui berbagai inisiatif ini, Jasa Raharja berupaya memastikan perempuan tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki peluang untuk bangkit dan berkembang. Semangat Kartini hari ini tidak berhenti pada emansipasi, melainkan menjadi dorongan untuk terus melangkah dengan dukungan nyata.