Anak-anak Palestina kerap menjadi korban serangan di Gaza dan Tepi Barat. (Anadolu Agency)
Penembakan di Sekolah Tepi Barat Tewaskan Dua Warga Palestina, Termasuk Satu Anak
Willy Haryono • 22 April 2026 12:26
Al-Mughayyir: Penembakan terjadi di sekitar sekolah di desa Al-Mughayyir, timur laut Ramallah, Tepi Barat pada Selasa pagi, 21 April 2026, yang menewaskan dua warga Palestina, termasuk anak berusia 14 tahun.
Penembakan yang terjadi saat aktivitas belajar baru dimulai ini juga melukai sejumlah warga Palestina.
Peristiwa terjadi ketika kelompok bersenjata Israel, dengan dukungan tentara, memasuki area sekitar sekolah dan melepaskan tembakan. Kepanikan langsung terjadi saat siswa, guru, dan warga berupaya menyelamatkan diri.
Warga setempat, Kadhim al-Hajj Mohammad, mengatakan orang tua diminta datang menjemput anak-anak mereka. “Sekolah meminta orang tua datang menjemput anak-anak, tetapi ketika mereka tiba, tentara juga mulai menembak,” kata Mohammad, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 22 April 2026.
Dua korban tewas diidentifikasi sebagai Jihad Abu Naim dan Aws al-Naasan yang berusia 14 tahun. Sejumlah korban luka dilaporkan berasal dari siswa, orang tua, dan warga yang mencoba mengevakuasi anak-anak dari sekolah.
Warga menilai serangan ini bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari rangkaian kekerasan yang terus terjadi di desa tersebut. Mereka menduga tindakan dilakukan secara terkoordinasi antara kelompok bersenjata dan militer.
Seorang warga lain, Faraj al-Naasan, menyebut penembakan terjadi secara tiba-tiba saat siswa baru tiba di sekolah. Ia mengatakan situasi berubah menjadi kacau dalam hitungan menit akibat tembakan yang terjadi di berbagai arah.
Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut insiden ini sebagai pembantaian yang dilakukan secara terkoordinasi. Pemerintah Palestina juga menilai serangan ini bagian dari kebijakan yang lebih luas untuk menekan warga melalui kekerasan dan perluasan permukiman.
Hingga saat ini, otoritas Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. Warga menyatakan desa Al-Mughayyir masih berada dalam kondisi mencekam setelah beberapa hari terakhir mengalami serangan berulang. (Keysa Qanita)
Baca juga: Rumah dan Lahan Warga Palestina di Tepi Barat Diserang Zionis