Pasukan Yaman Raih Kemajuan di Empat Front, Operasi Lawan Houthi Berlanjut

Pasukan pemerintah Yaman mengklaim maju di empat front melawan Houthi. (Anadolu Agency)

Pasukan Yaman Raih Kemajuan di Empat Front, Operasi Lawan Houthi Berlanjut

Muhammad Reyhansyah • 8 September 2026 13:30

Sanaa: Pasukan pemerintah Yaman mengklaim meraih kemajuan di empat front dalam pertempuran melawan kelompok pemberontak Houthi pada Senin, 7 September 2026. 

Perkembangan itu terjadi sehari setelah pemerintah menyatakan telah memutuskan untuk merebut kembali ibu kota Sana’a dari kelompok yang menguasainya sejak 2014.

Kemajuan dilaporkan terjadi di provinsi Al-Jawf, Al-Bayda, Taiz, dan Al-Hudaydah, menurut kantor berita pemerintah Yaman Saba.

Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi mengatakan operasi militer akan terus berlanjut hingga otoritas negara kembali ditegakkan di seluruh wilayah Yaman.

"Angkatan bersenjata akan terus menjalankan tugas konstitusionalnya sampai institusi negara dipulihkan dan kewenangan negara diperluas ke seluruh negeri," kata al-Alimi saat berbicara melalui telepon dengan para komandan militer dan lapangan yang memimpin operasi di sejumlah front, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa, 8 September 2026.

Al-Alimi memuji pasukan pemerintah atas kemajuan di medan perang dan mengatakan mereka telah kembali mengambil inisiatif dalam pertempuran melawan Houthi. Ia juga menyoroti peran pesawat tempur dan drone dalam mendukung pasukan darat.

Ia menuduh Houthi memilih eskalasi dan menolak berbagai inisiatif perdamaian, seraya mengatakan kelompok tersebut akan bertanggung jawab atas konsekuensinya.

Sebelumnya pada Senin, Wakil Menteri Pertahanan Yaman menyatakan keputusan untuk merebut kembali Sanaa dari Houthi telah dibuat. Pemerintah belum mengungkap rincian operasi yang akan dilakukan.

Sementara itu, Brigade Giants yang berafiliasi dengan pemerintah mengklaim telah merebut sejumlah "posisi strategis" dalam operasi di Al-Bayda. 

Kelompok tersebut menyatakan 23 pejuang Houthi tewas dan puluhan lainnya terluka, sementara Angkatan Darat Yaman melaporkan melancarkan 13 serangan udara terhadap posisi, konsentrasi pasukan, dan kendaraan militer Houthi di wilayah yang sama.

Houthi belum memberikan tanggapan atas laporan mengenai perkembangan pertempuran tersebut.

Yaman sebelumnya mengalami periode relatif tenang sejak April 2022 setelah hampir satu dekade perang antara pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan Houthi yang didukung Iran.

Namun, pertempuran terbaru meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik Yaman kembali memasuki fase perang skala penuh.

Baca juga: Pemerintah Yaman Siapkan Operasi Rebut Ibu Kota Sanaa dari Houthi

(Willy Haryono)