Pemerintah Yaman menyatakan telah memutuskan untuk merebut kembali ibu kota Sanaa dari Houthi. (Anadolu Agency)
Pemerintah Yaman Siapkan Operasi Rebut Ibu Kota Sanaa dari Houthi
Muhammad Reyhansyah • 8 September 2026 09:58
Sanaa: Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan telah mengambil keputusan untuk merebut kembali ibu kota Sana’a dari kelompok pemberontak Houthi.
Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik yang selama ini relatif mereda dapat kembali memasuki fase perang terbuka.
Wakil Menteri Pertahanan Yaman Mayor Jenderal Samir Al-Sabri mengatakan keputusan untuk merebut Sana’a telah dibuat, meski pemerintah belum mengungkap rincian rencana operasinya.
"Keputusan telah dibuat untuk merebut kembali Sana’a. Ada kejutan-kejutan yang tidak akan kami ungkapkan sekarang," kata Al-Sabri, dikutip dari Anadolu, Selasa, 8 September 2026.
Juru Bicara Angkatan Darat Yaman Majid al-Nuzaili juga menegaskan target pemerintah adalah merebut kembali ibu kota dari Houthi.
"Mulai hari ini, kami menyatakan bahwa tujuan kami jelas dan tegas: membebaskan Yaman dari cengkeraman milisi Houthi teroris dan mengembalikan Sana’a sebagai ibu kota bagi seluruh rakyat Yaman," tulis al-Nuzaili melalui platform X.
Ia mengatakan pemerintah tetap membuka peluang bagi seluruh kelompok masyarakat Yaman untuk terlibat dalam masa depan negara tersebut dan menegaskan tidak akan ada tindakan balas dendam maupun diskriminasi.
Yaman mengalami periode relatif tenang sejak April 2022 setelah hampir satu dekade konflik antara pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan Houthi yang didukung Iran. Houthi merebut Sana’a dan menguasai sebagian besar wilayah negara itu sejak 2014.
Ketegangan kembali meningkat setelah Houthi terlibat dalam konflik regional sejak akhir 2023 dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal komersial di Laut Merah. Perkembangan terbaru tersebut memunculkan kekhawatiran konflik Yaman kembali berubah menjadi perang skala penuh.
Baca juga: PBB Peringatkan Konflik Yaman Bisa Kembali Jadi Perang Skala Penuh