BSN Perluas Pasar Syariah lewat Ekosistem Muhammadiyah Lampung

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor. Foto: dok BSN.

BSN Perluas Pasar Syariah lewat Ekosistem Muhammadiyah Lampung

Ade Hapsari Lestarini • 3 September 2026 21:36

Bandar Lampung: PT Bank Syariah Nasional (BSN) memperluas pasar perbankan syariah di Lampung dengan menyasar ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM).

Ekspansi tersebut dilakukan melalui kegiatan Muhammadiyah Ecosystem Acceleration 2026 yang mempertemukan perbankan dengan berbagai segmen dalam ekosistem Muhammadiyah, mulai dari perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah hingga pelaku usaha.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan Lampung menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi pengembangan ekosistem AUM, termasuk melalui sektor pendidikan, kesehatan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Hubungan BSN dan Muhammadiyah bukan sekadar kemitraan bisnis biasa. Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai penyedia produk perbankan, melainkan sebagai mitra ekosistem yang tumbuh bersama Muhammadiyah secara berkelanjutan," kata Alex di Bandar Lampung, dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 September 2026.

Ekspansi tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun antara Bank BSN dan Muhammadiyah. Kerja sama diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 24 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Kerja sama kemudian dilanjutkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan Syariah di Jakarta pada 12 Juni 2026.

Menurut Alex, kerja sama tersebut antara lain telah direalisasikan melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah yang menyasar hingga 1.000 unit bagi warga dan kader Muhammadiyah.


 

 

Bidik 5 segmen ekosistem


Di Lampung, BSN menyiapkan skema layanan perbankan untuk sejumlah segmen dalam ekosistem perguruan tinggi dan AUM Muhammadiyah.

Untuk institusi, layanan yang ditawarkan mencakup rekening giro untuk kebutuhan operasional serta fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja. Sementara bagi dosen dan karyawan, kerja sama mencakup layanan penggajian, pembiayaan multimanfaat, program cicil emas, hingga KPR Syariah.

Bagi mahasiswa, kerja sama mencakup layanan transaksi perbankan digital, integrasi pembayaran zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui Lazismu, serta program magang industri.

Sementara untuk unit usaha kampus dan AUM lainnya, layanan yang disiapkan mencakup sistem pembayaran digital melalui QRIS dan mesin EDC serta pembiayaan modal kerja. Skema kerja sama juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan perbankan rumah sakit, sekolah, dan pondok pesantren.

Dari sisi kinerja, hingga Juli 2026 BSN membukukan total aset Rp81,1 triliun, tumbuh 22,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Penyaluran pembiayaan tercatat Rp62 triliun atau tumbuh 25,7 persen YoY. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp64,1 triliun, meningkat 14,8 persen YoY.

Pada layanan perbankan digital, platform Bale Syariah mencatat lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi dua juta transaksi dan volume transaksi Rp4,88 triliun per Juli 2026.

Agenda tersebut turut dihadiri Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Komisaris Bank BSN Prof. Hilman Latief. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bisnis bersama pengusaha dan saudagar Minang Muhammadiyah untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor perdagangan, agribisnis, dan properti daerah.

(Ade Hapsari Lestarini)