Atasi Dampak Karhutla, Kalteng Sediakan Rumah Oksigen dan Masker Gratis

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau Rumah Oksigen untuk warga terdampak karhutla. Dok Istimewa.

Atasi Dampak Karhutla, Kalteng Sediakan Rumah Oksigen dan Masker Gratis

Arga Sumantri • 4 September 2026 20:08

Palangka Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan 'rumah oksigen' atau posko kesehatan darurat bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah ini diambil menyikapi kekhawatiran masyarakat akan gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.

"Di saat udara terasa berat, tugas kita adalah memastikan tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian. Pemerintah harus hadir, memeluk, dan menjaga," ujar Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Jumat, 4 September 2026. 

'Rumah Oksigen' adalah posko kesehatan darurat yang dilengkapi oksigen, nebulizer, tenaga medis, serta ruang istirahat sementara bagi warga yang mengalami sesak napas akibat paparan asap. Warga, khususnya anak dan lansia dipersilakan memanfaatkan layanan tersebut.

"Silakan datang ke Rumah Oksigen, di sana ada kami, ada tenaga kesehatan, ada oksigen untuk membantu," ucap dia.

Pemprov Kalteng juga mengerahkan armada untuk membagikan ribuan masker gratis ke sekolah, pasar, terminal, dan permukiman warga. Pembagian dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN), relawan, dan tim kesehatan agar tepat sasaran.

"Kami bagikan masker bukan sekadar simbol. Ini bentuk perlindungan paling dasar. Kalau kita belum bisa menghentikan asap hari ini, minimal kita bisa menjaga paru-paru masyarakat hari ini," tegas Agustiar.

Agustiar meminta seluruh kepala daerah, camat, dan lurah aktif mendata warga yang memiliki penyakit bawaan seperti asma dan ISPA. Data tersebut akan menjadi prioritas penerima layanan di Rumah Oksigen dan bantuan kesehatan lanjutan.

"Kami bergerak cepat karena waktu tidak bisa menunggu. Begitu indeks kualitas udara turun, tim kami harus sudah di lapangan. Ini bukan soal birokrasi. Ini soal nyawa," katanya.

Pembagian masker gratis untuk warga terdampak karhutla di Kalteng. Dok Istimewa.

Pemprov Kalteng terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI-Polri, serta organisasi masyarakat dan kampus.

"Yang kita jaga adalah napas, juga masa depan anak-anak kita. Saya titip kepada semua, mari kurangi aktivitas di luar rumah, gunakan masker, dan banyak minum air putih," ungkap dia.

Agustiar menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan relawan yang bekerja tanpa lelah. Ia menyebut mereka sebagai garda terdepan yang menjaga kemanusiaan di tengah kondisi sulit.

"Saya tahu ini melelahkan. Tapi percayalah, setiap masker yang kita bagikan, setiap tabung oksigen yang kita siapkan, itu adalah doa dan ikhtiar kita agar masyarakat Kalteng tetap sehat. Kita lewati ini bersama-sama," ungkapnya.

(Arga Sumantri)