Prabowo Perintahkan Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Prabowo Perintahkan Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026

Achmad Zulfikar Fazli • 7 September 2026 21:04

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya mempersiapkan berbagai program bantuan untuk masyarakat, di antaranya bantuan beras yang akan dilanjutkan hingga Oktober, November, dan Desember 2026. Bantuan beras diberikan kepada 33,2 juta keluarga kategori desil 1-4 sebanyak 10 kilogram per keluarga per bulan.

"Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 7 September 2026.

Airlangga mengatakan penyaluran bantuan beras tahap kedua, yang dijadwalkan rampung pada September 2026, dilakukan dengan sistem rapel. Sehingga, penerima bantuan menerima 30 kilogram beras sekaligus pada bulan ini.

Airlangga menambahkan Presiden Prabowo juga memberikan sejumlah instruksi mengenai kesiapan pemerintah menghadapi El Nino.

Ilustrasi beras. Foto- Dok Bulog

Rapat terbatas ini dihadiri sejumlah pejabat negara. Di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani sekaligus CEO Danantara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Kemudian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Kepala Badan Pengaturan BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria, dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.

Selanjutnya, Direktur Utama (Dirut) BRI Hery Gunardi, Dirut Mandiri Riduan, Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Dirut BTN Nixon L. P. Napitupulu, dan Dirut BSI Anggoro Eko Cahyo.

Lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, eks Menkeu Fuad Bawazier, dan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo.

(Achmad Zulfikar Fazli)