Danang Pamungkas mengungkap tantangan teknis dan emosional saat tampil dalam pertunjukan tari kontemporer Islands bersama seniman Taiwan Wang Yeu-kwn. (Metrotvnews.com)
Danang Pamungkas Hadapi Adaptasi Sulit dalam Kolaborasi Tari dengan Seniman Taiwan
Dimas Chairullah • 9 May 2026 15:48
Jakarta: Tampil memukau di atas panggung teater bukan berarti tanpa rintangan di ruang latihan.
Penari kenamaan Indonesia, Danang Pamungkas, mengungkapkan sejumlah tantangan besar yang harus ia taklukkan saat berkolaborasi dalam pertunjukan tari kontemporer "Islands" bersama seniman Taiwan, Wang Yeu-kwn.
Kisah di balik layar ini dibagikan Danang usai pementasan perdana dalam sesi media preview yang diselenggarakan secara eksklusif di Teater Salihara, Jakarta, pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 20.00 WIB.
Tantangan pertama, menurut Danang, justru datang dari relasi personal di antara keduanya. Bersahabat dekat selama belasan tahun membuat batas antara waktu bermain dan bekerja di studio tari menjadi bias.
“Bekerja dengan sahabat sendiri itu tidak mudah. Sangat sulit untuk memisahkan antara sebagai teman yang suka bercanda, dengan bagaimana harus berjalan di dalam studio untuk menjadi profesional. Kami berdua harus menekan sisi kekanak-kanakan kami,” ungkap Danang di hadapan awak media.
Selain profesionalisme, Danang juga dihadapkan pada tantangan teknis yang memaksanya keluar dari zona nyaman.
Sebagai penari yang lekat dengan gerakan berakar tradisi, ia harus kembali beradaptasi dengan teknik-teknik murni kontemporer yang diusung Yeu-kwn.
Terlebih lagi, Islands secara khusus menggunakan medium plastik berukuran besar sebagai elemen utama yang berinteraksi langsung dengan tubuh penari, menuntut keseimbangan dan kontrol gerak yang sangat presisi.
“Saya harus kembali ke nol tentang bagaimana mempelajari contact balance, flirting, dan bagaimana berurusan dengan plastik. Saya tidak terbiasa menggunakan tubuh saya untuk kembali ke teknik kontemporer. Itu adalah tantangan besar,” tambahnya.
Meski dihantam berbagai kesulitan adaptasi teknis, kerja keras Danang dan Yeu-kwn terbayar lunas.
Pementasan berdurasi 55 menit ini sukses menyuguhkan tata gerak dinamis yang mengolah ketidakstabilan material plastik menjadi sebuah narasi puitis tentang pasang surut identitas kehidupan di negara kepulauan.
Bagi masyarakat dan penikmat seni pertunjukan yang ingin menyaksikan langsung dialog ketubuhan lintas budaya ini, karya Islands akan dipentaskan untuk publik di Teater Salihara pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 20.00 WIB dan Minggu, 10 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Kolaborasi Tari Kontemporer 'Islands' Satukan Seniman Taiwan dan Indonesia