Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan sikap tegas dalam Sesi Pleno KTT ke-48 ASEAN. Foto: ASEAN
Tegas di KTT ASEAN! Presiden Desak Tanggungjawab Gugurnya Prajurit TNI Anggota UNIFIL
Dimas Chairullah • 8 May 2026 14:41
Cebu: Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan sikap tegas dalam Sesi Pleno KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti dampak konflik Timur Tengah yang mengancam stabilitas global dan secara khusus menuntut pertanggungjawaban atas gugurnya prajurit Indonesia yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB.
"Kita telah kehilangan tentara Indonesia yang bertugas di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kita menuntut pertanggungjawaban bahwa tugas-tugas pemeliharaan perdamaian harus dihormati oleh semua pihak," tegas Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin ASEAN.
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap warga negara harus menjadi prioritas utama di tengah ketegangan geopolitik yang semakin meningkat.
Selain itu, Prabowo mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk berbicara dengan satu suara dalam menuntut penegakan hukum internasional demi melindungi warga sipil. Ia juga mengapresiasi tawaran kerja sama dari Singapura dalam upaya evakuasi warga negara di kawasan konflik jika diperlukan.
Seperti yang diketahui, peringatan dan tuntutan ketegasan dari Presiden Prabowo ini tidak lepas dari rentetan insiden mematikan yang menimpa Kontingen Garuda.
Sepanjang Maret hingga April 2026, tercatat sebanyak empat prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) gugur di Lebanon akibat eskalasi perang terbuka antara Israel dan Hizbullah.
Keempat prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Rico Pramudia.