Dinkes Sumedang Gencarkan Edukasi Mitigasi DBD Jelang Kemarau Panjang

Ilustrasi. Medcom.id

Dinkes Sumedang Gencarkan Edukasi Mitigasi DBD Jelang Kemarau Panjang

Silvana Febiari • 7 May 2026 14:02

Sumedang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi demam berdarah dengue (DBD). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus menjelang musim kemarau.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang Surdi Surdiana mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD, terutama saat masa transisi musim hujan ke kemarau.

"Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kita akan menghadapi El Nino yang memicu kemarau panjang. Karena itu, Pemkab saat ini bersiap mengantisipasi peningkatan beberapa penyakit, terutama DBD saat masa transisi,” katanya, dilansir dari Antara, Kamis, 7 Mei 2026.
 


Menurut dia, kondisi rawan kekeringan di wilayah Sumedang membuat masyarakat cenderung menyimpan air dalam waktu lama saat musim kemarau. Kebiasaan ini dapat meningkatkan potensi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan bersama puskesmas di berbagai wilayah telah diminta melakukan langkah antisipasi. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko peningkatan kasus DBD selama musim kemarau.

Surdi mengimbau masyarakat terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menjaga kebersihan diri, serta memperhatikan kondisi kesehatan tubuh.

“Perilaku hidup bersih dan sehat harus terus dibiasakan. Kita sudah belajar banyak saat Covid-19, dan ini saatnya mengingat kembali kebiasaan baik tersebut,” ucapnya.


Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Surdi Surdiana, saat diwawancarai ANTARA di Sumedang, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha.


Sebagai catatan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 1.446 kasus DBD di Kabupaten Sumedang dengan lima kasus kematian. Kasus meninggal dunia masing-masing terjadi di wilayah Puskesmas Cisempur sebanyak dua orang, Puskesmas Ujungjaya dua orang, dan Puskesmas Darmaraja satu orang.

Adapun wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yakni Puskesmas Jatinangor sebanyak 131 kasus, Puskesmas Ujungjaya 121 kasus, Puskesmas Tanjungsari 112 kasus, Puskesmas Cisempur 101 kasus, serta Puskesmas Cimalaka 89 kasus.

Berdasarkan hasil analisis Dinas Kesehatan Sumedang, lonjakan kasus DBD tertinggi pada 2025 terjadi pada Januari. Pada periode tersebut, tercatat sebanyak 209 kasus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)