Cegah Tawuran Meluas, Polisi Dirikan Pos Terpadu di Duren Sawit Jaktim

Ilustrasi tawuran. Foto: Medcom.id.

Cegah Tawuran Meluas, Polisi Dirikan Pos Terpadu di Duren Sawit Jaktim

Anggi Tondi Martaon • 6 May 2026 17:28

Jakarta: Polisi mendirikan pos terpadu di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Hal itu dilakukan mencegah potensi meluasnya tawuran antarremaja di wilayah tersebut. 

"Sampai saat ini kami tetap berjaga di posko terpadu untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif," kata Kapolsek Duren Sawit Kompol Sutikno dikutip dari Antara, Rabu, 6 Mei 2026.

Sutikno menjelaskan, tawuran antar-remaja terjadi pada Selasa malam, 5 Mei 2026. Aparat langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan adanya bentrokan antar kelompok remaja.

"Kami bersama personel Polsek Duren Sawit dan TP3 Polres Jakarta Timur semalam ke tempat kejadian perkara untuk membubarkan aksi tersebut," jelas Sutikno.

Menurut dia, langkah pembubaran dilakukan secara cepat untuk menghindari jatuhnya korban maupun kerusakan fasilitas umum. 

Sutikno mejelaskan, pihaknya tengah mendalami pelaku tawuran. Polisi juga tengah mengumpulkan informasi dan keterangan dari berbagai pihak guna mengidentifikasi kelompok-kelompok yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

Sutikno mengimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.

Selain itu, warga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi adanya potensi tawuran di lingkungan sekitar.

Ilustrasi tawuran. Foto: Medcom.id.

Adapun seorang pria berusia 45 tahun tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) saat berupaya melerai aksi tawuran antar remaja di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa malam, 5 Mei 2026.

"Iya, korban tertabrak KRL yang mengarah ke Stasiun Jatinegara," kata Ketua RW 10 Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Endang Darmanto.

Peristiwa tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja yang saling serang menggunakan senjata tajam, petasan, dan lemparan batu.

Aksi kekerasan itu terjadi di sekitar bantaran rel kereta api. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran diduga dipicu oleh saling ejek di media sosial. Kemudian berujung pada bentrokan fisik di lokasi kejadian.

Situasi semakin mencekam karena kereta yang melintas juga menjadi sasaran lemparan batu dan tembakan kembang api. Akibatnya, sejumlah pengendara memilih tidak melintas karena khawatir kendaraannya rusak. Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun sempat mengalami kemacetan cukup parah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)