Ilustrasi pencegahan penyakit menular. Foto: Istimewa.
Pakar Sebut Virus Nipah Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi Dunia
M. Iqbal Al Machmudi • 30 January 2026 07:30
Jakarta: Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A Subsp.IPT, menilai virus Nipah memiliki risiko rendah untuk menjadi pandemi global layaknya Covid-19. Hal ini dikarenakan karakteristik penularannya yang tidak semasif virus SARS-CoV-2 yang menyebar cepat melalui saluran pernapasan.
"Sementara virus Nipah yang menular melalui kontak fisik bukanlah yang paling cepat dan bukan yang paling mudah. Tetapi saya tidak mengatakan nol ya, enggak juga kita tetap harus waspada," ujar Dominicus dalam konferensi pers secara daring, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 29 Januari 2026.
Meskipun potensi pandemi dinilai kecil, Dominicus mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk tetap siaga. Virus ini tetap memiliki kemampuan untuk menjadi wabah di tingkat lokal, baik di level kabupaten, provinsi, hingga satu negara, jika protokol kesehatan diabaikan.
Penularan virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, termasuk lewat urin, air liur, dan darah. Selain itu, konsumsi daging mentah atau produk makanan yang terkontaminasi cairan tubuh hewan, seperti nira sawit atau buah sisa gigitan kelelawar, menjadi jalur transmisi yang harus diwaspadai.
Baca Juga :
"Kontak dengan orang yang terinfeksi atau cairannya seperti urin, atau darah. Penularan dari orang ke orang umumnya terjadi pada keluarga atau tenaga kesehatan yang merawat pasien terinfeksi," ucap Dominicus.
Hingga saat ini, edukasi mengenai kebersihan makanan dan pembatasan kontak fisik dengan hewan liar menjadi kunci utama dalam menekan potensi kemunculan kasus di Indonesia.