Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso. Foto: ANTARA/Pamela Sakina.
Waspada Virus Nipah, IDAI Imbau Anak-anak Hindari Buah Bekas Hewan
Fachri Audhia Hafiez • 30 January 2026 01:37
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan keras bagi para orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak mengonsumsi buah sisa gigitan hewan, terutama kelelawar. Hal ini dilakukan guna mencegah penularan virus Nipah, sebuah infeksi zoonosis mematikan yang belum memiliki vaksin maupun pengobatan spesifik hingga saat ini.
“Banyak juga kebiasaan kita, anak-anak memungut buah-buah yang bekas dimakan kelelawar, karena malas manjat, buah yang bekas kelelawar kadang-kadang juga dimakan, kalau kelelawarnya mengandung virus nipah, maka ini bisa menularkan ke anak-anak kita,” ujar Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A dalam sebuah webinar kesehatan, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
Baca Juga :
Perjalanan Virus Nipah Masuk ke Dalam Tubuh
Piprim mengungkapkan bahwa virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang sangat mengkhawatirkan, yakni mencapai 75 persen. Secara statistik, tiga dari empat orang yang terinfeksi berisiko meninggal dunia. Gejala awalnya sering kali mengecoh karena mirip dengan infeksi virus umum, seperti demam dan nyeri tubuh, namun berpotensi cepat berkembang menjadi radang otak jika tidak segera ditangani.
Selain menghindari kontak dengan sisa makanan hewan liar, masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan kematian hewan ternak atau hewan liar yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Kolaborasi antara orang tua, tenaga medis, dan komunitas dianggap krusial dalam memutus rantai penularan zoonosis ini.
“Jadi ini memang salah satu penyakit yang cukup serius, dan belum ada obat maupun vaksinnya. Oleh karena itu, PHBS menjadi salah satu kunci utama, perilaku hidup bersih dan sehat,” tegas Piprim.
Meskipun ancaman virus Nipah nyata, Piprim mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Kunci utamanya adalah kewaspadaan dini, segera membawa anggota keluarga ke rumah sakit jika muncul gejala mencurigakan, dan tetap konsisten menerapkan gaya hidup sehat sebagai benteng pertahanan utama.