Waspada! Potensi Meluasnya Karhutla di Aceh Barat Sepekan ke Depan

Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat. Foto: Istimewa

Waspada! Potensi Meluasnya Karhutla di Aceh Barat Sepekan ke Depan

Fajri Fatmawati • 28 January 2026 11:26

Banda Aceh: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Aceh Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini dikeluarkan seiring prediksi cuaca kering dan minim hujan yang diprakirakan berlangsung hingga sepekan ke depan.

Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh–Nagan Raya, Angga Yudha, menyatakan berdasarkan pengamatan citra satelit, tidak terdeteksi pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan di wilayah tersebut.

"Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga sepekan ke depan," kata Angga, Rabu, 28 Januari 2026.

Awan konvektif adalah jenis awan yang terbentuk dari udara hangat dan lembap di atmosfer tidak stabil, biasanya menandakan potensi hujan sedang hingga lebat. Minimnya awan jenis ini menyebabkan wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, dan sekitarnya diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan tanpa hujan.
 


"Kondisi tersebut berpotensi memperparah kekeringan yang tengah terjadi di sejumlah wilayah terdampak karhutla," ujar Angga.

Faktor lain yang memperburuk situasi adalah suhu udara siang hari yang diprakirakan mencapai 31–33 derajat Celsius serta tiupan angin dari pesisir barat Aceh dengan kecepatan 10–12 knot. Suhu tinggi dapat meningkatkan risiko kekeringan lahan, sementara angin berpotensi mempercepat penyebaran api.

“Dengan tidak adanya awan konvektif serta angin dan cuaca panas, kondisi ini sangat menyulitkan petugas di lapangan dalam melakukan pemadaman,” jelas Angga.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau masyarakat serta pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan langkah pencegahan dini.


Petugas BPBD melakukan pemadaman api di kawasan Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)