Puncak Flu Musiman Mengintai Jakarta, Warga Diminta Waspada!

Ilustrasi warga antisipasi penyakit. Foto: Dok. Antara.

Puncak Flu Musiman Mengintai Jakarta, Warga Diminta Waspada!

Fachri Audhia Hafiez • 26 January 2026 18:42

Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meminta masyarakat mewaspadai potensi puncak flu musiman di Ibu Kota yang diprediksi terjadi pada periode Februari hingga Maret 2026. Pola peningkatan kasus ini dinilai relatif konsisten terjadi setiap tahun, terutama saat memasuki musim hujan dan pancaroba.

"Pola ini relatif konsisten dan menjadi dasar penguatan upaya pencegahan pada periode tersebut," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 26 Januari 2026.
 

Sri menjelaskan, kondisi udara yang lebih lembap saat musim hujan membuat droplet bertahan lebih lama di udara. Selain itu, perubahan suhu drastis dan minimnya ventilasi di dalam ruangan menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, memastikan ventilasi rumah yang baik, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Sri.

Berdasarkan data Sistem All Record Kementerian Kesehatan sepanjang Januari 2026, tercatat satu kasus positif Influenza A subtipe H1 dan dua kasus Influenza A subtipe H3 dari 43 sampel yang diperiksa. Sri menyebut data ini menunjukkan bahwa temuan kasus bersifat fluktuatif namun tetap terpantau oleh sistem surveilans secara berkala.


Sejumlah karyawati menyeberangi jalan yang tergenang air saat hujan ringan di depan gedung perkantoran. ANTARA/Muhammad Adimaja.

"Hal ini menunjukkan bahwa kasus influenza bersifat fluktuatif dan terus dipantau secara berkala oleh sistem surveilans," jelas Sri.

Terkait isu Influenza tipe A H3N2 Subclade K atau yang sering disebut superflu, Dinkes DKI memastikan bahwa hingga 1 Januari 2026, jenis virus tersebut belum terdeteksi di Jakarta. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat angka kasus ISPA di Jakarta pada Desember 2025 mencapai 216.312 kasus.

Masyarakat pun diimbau tidak panik dan tetap konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan paling efektif di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)