Ilustrasi freepik
Psikolog Ungkap Pentingnya Support System dalam Membesarkan Anak Berkebutuhan Khusus
Putri Purnama Sari • 15 July 2026 16:26
Jakarta: Membesarkan anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan perhatian, waktu, serta tenaga yang tidak sedikit. Dalam prosesnya, orang tua juga membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar agar mampu menjalani pengasuhan secara optimal.
Psikolog Klinis Forensik lulusan Universitas Indonesia A Kasandra Putranto mengatakan, keberadaan support system atau sistem pendukung memiliki peran penting dalam membantu orang tua menghadapi berbagai tantangan saat membesarkan anak berkebutuhan khusus.
Dukungan tersebut tidak hanya membantu menjaga kesehatan mental orang tua, tetapi juga berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak.
Mengapa Support System Penting bagi Orang Tua ABK?
Kasandra menjelaskan, mengasuh anak berkebutuhan khusus sering kali membutuhkan sumber daya yang lebih besar dibandingkan pengasuhan anak pada umumnya. Oleh karena itu, orang tua tidak hanya memerlukan pemahaman mengenai kondisi anak, tetapi juga dukungan emosional, sosial, hingga bantuan praktis dari lingkungan sekitar.Menurutnya, dukungan sosial dapat membantu orang tua mengurangi tingkat stres sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan pengasuhan.
"Ketika orang tua merasa didengarkan, dipahami, dan dibantu oleh pasangan, keluarga, teman, komunitas, maupun tenaga profesional, mereka cenderung lebih mampu mengelola tekanan dan mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengasuh anak," ujar Kasandra kepada Metrotvnews.com, Rabu, 15 Juli 2026.
Temuan tersebut juga sejalan dengan teori Buffering Hypothesis yang dikemukakan Cohen dan Wills (1985). Teori ini menjelaskan bahwa dukungan sosial dapat menjadi "penyangga" yang membantu seseorang menghadapi tekanan hidup.
Manfaat Support System bagi Perkembangan Anak
Kasandra mengatakan, manfaat support system tidak hanya dirasakan oleh orang tua, tetapi juga anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai lingkungan yang saling berinteraksi, mulai dari keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.Semakin baik koordinasi antarlingkungan tersebut, semakin besar pula peluang anak berkembang secara optimal, baik dari sisi sosial, emosional, akademik, maupun kemandirian. Selain itu, keluarga yang memiliki jaringan dukungan yang kuat juga dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan perkembangan anak.
Dukungan tersebut tidak selalu berupa bantuan materi, tetapi juga informasi, motivasi, hingga kesempatan berbagi pengalaman dengan keluarga lain yang menghadapi kondisi serupa.
Bentuk Support System yang Dibutuhkan Orang Tua ABK
Kasandra menjelaskan, ada beberapa bentuk dukungan yang dibutuhkan orang tua anak berkebutuhan khusus, di antaranya:- Dukungan emosional, seperti empati, penerimaan, serta ruang untuk berbagi cerita tanpa dihakimi.
- Dukungan informasional, berupa edukasi mengenai kondisi anak, strategi pengasuhan, serta informasi mengenai layanan yang dapat diakses.
- Dukungan instrumental, misalnya membantu mengasuh anak, mengantar terapi, atau membantu aktivitas sehari-hari.
- Dukungan penghargaan (appraisal support), yaitu memberikan apresiasi dan keyakinan kepada orang tua bahwa mereka telah berupaya memberikan yang terbaik bagi anak.
Kurangi Stigma terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
Selain dukungan secara langsung, Kasandra menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi keluarga anak berkebutuhan khusus. Ia menjelaskan, masih banyak orang tua ABK yang menghadapi stigma maupun komentar negatif dari masyarakat akibat kurangnya pemahaman terhadap kondisi anak.Padahal, lingkungan yang menerima dan tidak menghakimi dapat membantu keluarga merasa lebih nyaman mengakses layanan pendidikan, kesehatan, maupun berbagai aktivitas sosial.
Dari sisi kesehatan mental, orang tua anak dengan spektrum gangguan autisme memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan orang tua anak tanpa disabilitas maupun disabilitas perkembangan lainnya.
"Support system bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi kebutuhan bagi orang tua agar tetap memiliki kesejahteraan psikologis dan mampu memberikan pengasuhan yang konsisten kepada anak," ungkapnya.