Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan Danau Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang. (Metro TV/ Rokhmad)
Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mabuk Akibat Cuaca Dingin Ekstrem
12 July 2026 10:29
Lumajang: Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan Danau Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 11 Juli 2026. Kondisi ini menyebabkan ribuan ikan air tawar mabuk dan naik ke permukaan danau.
Petani ikan keramba menyebut kondisi tersebut dipicu suhu yang sangat dingin akibat perubahan cuaca, yang diperparah dengan munculnya kandungan belerang dari kawasan Gunung Lemongan.
"Ini belerang menguap dari bawah karena danau ini dulu bekas letusan Gunung Lemongan, jadi letusannya ke bawah dan terbentuklah danau ini," kata Narwi, petani ikan keramba, di Lumajang, dikutip Minggu, 12 Juni 2026.
Tidak hanya ikan liar, ribuan ikan budidaya yang dipelihara juga terdampak. Banyak ikan mabuk sehingga dikhawatirkan mati jika tidak segera dipanen.
Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar, para petani memilih memanen lebih awal. Akibatnya, ikan dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga normal.
"Mulai subuh tadi saya angkat, saya jual, alhamdulillah masih laku, 15% kita merugi dari fenomena alam ini," ujar Narwi.

Ikan mabuk di Danau Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang. (Metro TV/ Rokhmad)
Di sisi lain, fenomena ini dimanfaatkan ratusan warga untuk berburu ikan liar. Sejak pagi, ratusan warga memadati kawasan Danau Ranu Klakah untuk mencari ikan yang mabuk akibat perubahan kondisi perairan.
Dengan peralatan sederhana seperti tombak, jaring, dan jala, warga berburu ikan yang mengapung di permukaan air, baik di tepian maupun di tengah danau. Melimpahnya hasil tangkapan membuat warga membuka lapak dadakan di sekitar danau untuk menjual ikan secara langsung kepada pembeli.
Jika sebelumnya ikan nila dan mujair dijual seharga Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini harganya turun menjadi sekitar Rp20 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram.
"Karena banyak ikan yang mabuk, kalau terlalu mahal jual nanti tidak ada yang beli," ungkap salah satu penjual ikan dadakan, Yulis.
Fenomena ikan mabuk di Ranu Klakah bukanlah kejadian baru. Peristiwa ini hampir selalu terjadi setiap tahun saat puncak musim kemarau, ketika suhu udara turun drastis dan memengaruhi kondisi perairan danau.
Biasanya, fenomena tersebut berlangsung selama satu hingga dua pekan sebelum kondisi cuaca dan kualitas air kembali normal. (Rokhmad)